Budidaya Ikan Gabus Jangan Anggap Remeh, Penghasilan 2 Kali Lipat Petani Sawit
Selasa, 26 Oktober 2021 - 22:47 WIB
loading...
A
A
A
“Ikan gabus ini adanya di rawa-rawa gambut. Jadi kita melihat adanya potensi ikan gabus terhadap ekonomi, lewat ekstrak albumin dan lain sebagianya,” cerita Budhi.
Besarnya potensi dari ikan gabus sebagai komoditas ini kemudian memacu lahirnya PT Alam Siak Lestari (ASL), perusahaan yang fokus melakukan riset dan pengembangan produk.
“Kita membeli ikan yang dibudidayakan masyarakat, kita sediakan pasarnya. Kita yang mengubah ikan gabus itu menjadi albumin yang bermanfaat untuk masyarakat,” terang Direktur PT Alam Siak Lestari (ASL) Musrahmad Igun dalam kesempatan yang sama.
ASL sendiri adalah perusahaan yang pemegang sahamnya adalah Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dari Buantan Besar dan Dayun. ASL dikelola sekumpulan anak muda setempat sehingga masyarakat dapat merasakan langsung manfaat budidaya. Mereka juga bertanggung jawab dalam menjamin kualitas albumin yang dihasilkan dari proses ekstraksi.
Dampak dari budidaya ikan gabus juga tidak bisa dipandang sebelah mata. Penghasilan masyarakat yang terlibat dalam budidaya gabus bahkan dua kali lipat lebih tinggi dibanding penghasilan saat menjadi petani sawit.
Perhitungan kasarnya, 1 kg ikan gabus dijual Rp 45.000. Sementara 1 kg gabus dapat menghasilkan 10 gram ekstrak albumin yang dapat dijual hingga Rp70.000. Artinya ada nilai tambah sampai 56%.
Hasil ekstrak albumin yang dihasilkan diprioritaskan untuk memasok kebutuhan lokal, yaitu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan apotek di Kabupaten Siak. “Saat ini produk kita dalam proses izin BPOM, jadi produknya sudah siap, jadi sebenarnya tinggal satu langkah lagi, sbeelum produknya dilepas ke apsar,” tambah Musrahmad.
Besarnya potensi dari ikan gabus sebagai komoditas ini kemudian memacu lahirnya PT Alam Siak Lestari (ASL), perusahaan yang fokus melakukan riset dan pengembangan produk.
“Kita membeli ikan yang dibudidayakan masyarakat, kita sediakan pasarnya. Kita yang mengubah ikan gabus itu menjadi albumin yang bermanfaat untuk masyarakat,” terang Direktur PT Alam Siak Lestari (ASL) Musrahmad Igun dalam kesempatan yang sama.
ASL sendiri adalah perusahaan yang pemegang sahamnya adalah Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dari Buantan Besar dan Dayun. ASL dikelola sekumpulan anak muda setempat sehingga masyarakat dapat merasakan langsung manfaat budidaya. Mereka juga bertanggung jawab dalam menjamin kualitas albumin yang dihasilkan dari proses ekstraksi.
Dampak dari budidaya ikan gabus juga tidak bisa dipandang sebelah mata. Penghasilan masyarakat yang terlibat dalam budidaya gabus bahkan dua kali lipat lebih tinggi dibanding penghasilan saat menjadi petani sawit.
Perhitungan kasarnya, 1 kg ikan gabus dijual Rp 45.000. Sementara 1 kg gabus dapat menghasilkan 10 gram ekstrak albumin yang dapat dijual hingga Rp70.000. Artinya ada nilai tambah sampai 56%.
Hasil ekstrak albumin yang dihasilkan diprioritaskan untuk memasok kebutuhan lokal, yaitu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan apotek di Kabupaten Siak. “Saat ini produk kita dalam proses izin BPOM, jadi produknya sudah siap, jadi sebenarnya tinggal satu langkah lagi, sbeelum produknya dilepas ke apsar,” tambah Musrahmad.
Lihat Juga :