Pariwisata Diprediksi Bangkit pada 2024, Infrastruktur Digital Harus Disiapkan
Jum'at, 29 Oktober 2021 - 23:04 WIB
loading...
Wamen Angela mengatakan untuk menyambut kebangkitan pariwisata infrastruktur digital harus disiapkan. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo mengatakan, Organisasi Pariwisata Dunia (UNWTO) telah memprediksi bahwa di tahun 2024 industri pariwisata baru bisa kembali normal seperti tahun 2019.
Penerbangan domestik juga diprediksi kembali seperti sedia kala pada awal tahun 2022, namun tetap baru akan optimal di tahun 2024. Sementara, penerbangan internasional diprediksi baru mulai membaik di akhir tahun 2023 dan akan optimal 2026.
Baca juga: Wamen Angela Berharap Kerja Sama dengan Media Bisa Bangkitkan Sektor Pariwisata
"Kami melihat prediksi itu. Jadi dari 2024 sampai 2026 memang sepertinya cukup reasonable, karena kondisi pariwisata akan sangat tergantung pada kondisi pengendalian pandemi," ujar Wamen Angela dalam opening Kongres VI IJTI (Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia), Jumat (29/10/2021).
Meski demikian, pembangunan infrastruktur harus sudah mulai digalakkan karena pandemi membuat banyak perubahan dalam pola hidup masyarakat selama dua tahun terakhir, seperti masifnya penggunaan teknologi digital dalam segala bentuk aktivitas pariwisata.
Wamen Angela menambahkan, saat ini kondisi pariwisata di Indonesia masih cukup diuntungkan dengan adanya turis domestik untuk membantu pemulihan dalam jangka pendek, walalupun sempat menutup kedatangan wisatawan dari luar.
"Kita melihat kecenderungan di berbagai negara juga banyak warganya yang berwisata di negara masing-masing. Kita beruntung karena Indonesia memiliki pangsa pasar domestik yang cukup besar. Sebelum pandemi 2019, kontribusi dari wisatawan domestik sendiri lebih dari Rp307 triliun, dengan pergerakan 280 juta wisatawan," sambungnya.
Penerbangan domestik juga diprediksi kembali seperti sedia kala pada awal tahun 2022, namun tetap baru akan optimal di tahun 2024. Sementara, penerbangan internasional diprediksi baru mulai membaik di akhir tahun 2023 dan akan optimal 2026.
Baca juga: Wamen Angela Berharap Kerja Sama dengan Media Bisa Bangkitkan Sektor Pariwisata
"Kami melihat prediksi itu. Jadi dari 2024 sampai 2026 memang sepertinya cukup reasonable, karena kondisi pariwisata akan sangat tergantung pada kondisi pengendalian pandemi," ujar Wamen Angela dalam opening Kongres VI IJTI (Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia), Jumat (29/10/2021).
Meski demikian, pembangunan infrastruktur harus sudah mulai digalakkan karena pandemi membuat banyak perubahan dalam pola hidup masyarakat selama dua tahun terakhir, seperti masifnya penggunaan teknologi digital dalam segala bentuk aktivitas pariwisata.
Wamen Angela menambahkan, saat ini kondisi pariwisata di Indonesia masih cukup diuntungkan dengan adanya turis domestik untuk membantu pemulihan dalam jangka pendek, walalupun sempat menutup kedatangan wisatawan dari luar.
"Kita melihat kecenderungan di berbagai negara juga banyak warganya yang berwisata di negara masing-masing. Kita beruntung karena Indonesia memiliki pangsa pasar domestik yang cukup besar. Sebelum pandemi 2019, kontribusi dari wisatawan domestik sendiri lebih dari Rp307 triliun, dengan pergerakan 280 juta wisatawan," sambungnya.
Lihat Juga :