Aturan ESDM Soal Energi Terbarukan Dinilai Tak Konsisten, Investor Bingung
Kamis, 04 Juni 2020 - 14:56 WIB
loading...
A
A
A
"PLN sebagai single off-taker juga menjadi masalah. Sebab itu tentunya dengan harga yang affordable sangat diperlukan," kata dia.
Ia pun mengungkapkan, bahwa realisasi pengembangan EBT di dalam negeri masih sangat minim. Pihaknya merinci realisasi EBT di dalam negeri baru sekitar 8,85% atau 92 MTOE dari target yang telah di tentukan dalam Kebijakan Energi Nasional (KEN) sebesar 23% atau sebesar 400 MTOE.
Adapun besaran persentase tersebut telah dipenuhi dari panas bumi atau geothermal, hydro/mikrohydro, solar cell, angin dan lain sebagainya. Sedangkan jika dirinci berdasarkan pembangkit listriknya maka peran EBT hanya 14% atau 8,7 gigawatt (GW) dari total pembangkitan sebesar 64 GW.
"Saya kira akan sulit mencapai target jika behavior regulasinya masih seperti sekarang ini. Sebab itu, pelu terobosan baru yaitu mendorong UU EBT untuk segera disahkan di DPR menjadi program prioritas," kata dia.
Ia pun mengungkapkan, bahwa realisasi pengembangan EBT di dalam negeri masih sangat minim. Pihaknya merinci realisasi EBT di dalam negeri baru sekitar 8,85% atau 92 MTOE dari target yang telah di tentukan dalam Kebijakan Energi Nasional (KEN) sebesar 23% atau sebesar 400 MTOE.
Adapun besaran persentase tersebut telah dipenuhi dari panas bumi atau geothermal, hydro/mikrohydro, solar cell, angin dan lain sebagainya. Sedangkan jika dirinci berdasarkan pembangkit listriknya maka peran EBT hanya 14% atau 8,7 gigawatt (GW) dari total pembangkitan sebesar 64 GW.
"Saya kira akan sulit mencapai target jika behavior regulasinya masih seperti sekarang ini. Sebab itu, pelu terobosan baru yaitu mendorong UU EBT untuk segera disahkan di DPR menjadi program prioritas," kata dia.
(akr)
Lihat Juga :