Pendapatan Restoran Anjlok Imbas Pandemi, Percepatan Vaksinasi Mendesak

Selasa, 02 November 2021 - 14:22 WIB
loading...
Pendapatan Restoran...
Suasana di sebuah restoran. Foto/Dok SINDOnews/Ali Masduki
A A A
JAKARTA - Assistant Vice President Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Yogie Surya Perdana menilai, industri restoran di Tanah Air masih menantang walaupun sudah mengalami pemulihan lebih cepat dari diprediksi.

Menurut dia, faktor pandemi ditambah kebijakan PPKM masih menjadi tantangan utama bagi pelaku usaha restoran. Pembatasan kapasitas pengunjung juga masih menjadi ancaman karena tidak seluruh menu restoran bisa dilayani dengan layanan pesan antar (delivery) atau ojek online.

"Walaupun ada perbaikan signifikan namun outlook sektor restoran cukup menantang akibat Covid-19 yang tidak bisa diprediksi berakhirnya karena masih ada ancaman mutasi sehingga tetap berisiko," ujarnya dalam live IDX Channel di Jakarta, Selasa (2/11/2021).

Baca juga: Aturan Terbaru Masuk Mal, Buka hingga Pukul 22.00 dengan Kapasitas 100%

Menurut dia, restoran umumnya beroperasi dengan margin tipis di bawah 10%. Pada kondisi normal, tingkat konsumsi masyarakat terbilang tinggi namun dengan adanya pandemi membuat margin usaha restoran jatuh minus cukup dalam.

"Para operator restoran harus jatuh sangat buruk. Namun di semester I tahun ini sudah ada perbaikan kinerja. Kemudian muncul varian Delta dan PPKM diperketat. Saat ini setidaknya pemulihan lebih baik dari 2020 karena sudah ada relaksasi PPKM. Ini terlihat dari pengunjung mal yang meningkat," bebernya.

Baca juga: PPKM Level 1, Waktu Makan di Restoran Jabotabek Tak Lagi Dibatasi

Dia menambahkan, industri restoran sebenarnya sudah memiliki titik cerah dengan sebuah harapan terjadinya pemulihan secara bertahap. Namun, dibutuhkan peningkatan vaksinasi yang merata dan pengembangan food industry 4.0. Para pelaku restoran pun harus melakukan pengembangan atau leverage dengan teknologi digital.

"Karena itu sangat butuh herd immunity secepatnya. Prospek pemulihan restoran lebih cepat dari antisipasi awal karena konsumsi masyarakat tinggi," tandasnya.

Sebelumnya, BPS mengeluarkan data bahwa tempat perdagangan, retail dan rekreasi sudah mengalami perbaikan kondisi. Pada Oktober 2021 ini angkanya mencapai 4,4% dibandingkan bulan September yang masih minus 8%.

Selanjutnya untuk tempat belanja dan kebutuhan sehari-hari juga mengalami perbaikan pada Oktober 2021 sebesar 24,6%, lebih baik dibandingkan September 2021. Kemudian, mobilitas di taman juga mengalami perbaikan pada Oktober 2021 sebesar 2,3%.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Masa Pajak Maret 2026,...
Masa Pajak Maret 2026, Wajib Pajak Restoran dan Hotel di Jakarta Dapat Keringanan 20%
Bangun Indonesia Sehat,...
Bangun Indonesia Sehat, Kimia Farma Diagnostika dan Pfizer Perkuat Vaksinasi Nasional
3.000 Resto di Singapura...
3.000 Resto di Singapura Bangkrut Massal, 250 Tempat Makan Tutup setiap Bulan
Pegawai Hotel hingga...
Pegawai Hotel hingga Cafe Bakal Bebas Pajak Penghasilan, Efektif Dongkrak Ekonomi?
Cara Menghitung Royalti...
Cara Menghitung Royalti Lagu untuk Kafe dan Restoran
Restoran Bangkrut Massal...
Restoran Bangkrut Massal di Singapura, Tutup 307 Outlet per Bulan
Buffet All You Can Eat,...
Buffet All You Can Eat, WNP di Pacific Palace Hotel Sajikan Beragam Kuliner Nusantara
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
Rekomendasi
Demo Mahasiswa, Polisi...
Demo Mahasiswa, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas hingga Kerahkan Ribuan Pasukan
Bandung Jewellery Fair...
Bandung Jewellery Fair 2026 Dorong Industri Perhiasan Nasional
3 Mantan Kapolda Jabar...
3 Mantan Kapolda Jabar yang Duduk di Kabinet Prabowo, 1 di Antaranya Wakapolri
Berita Terkini
IHSG Dibuka Perkasa...
IHSG Dibuka Perkasa Sentuh Level 5.960, Ada 380 Saham Berlari di Zona Hijau
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Infografis
Penjualan Mobil Anjlok,...
Penjualan Mobil Anjlok, Volkswagen akan Produksi Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved