Kembangkan EBT, Pertamina Gelontorkan Capex Rp119 Triliun
Kamis, 04 November 2021 - 18:12 WIB
loading...
Pertamina memasang PLTS di Gedung Pertamina Kilang Cilacap, Jawa Tengah. FOTO/dok.Pertamina
A
A
A
JAKARTA - Pertamina terus berupaya meningkatkan pemanfaatan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) untuk mendorong capaian bauran energi nasional. Komitmen tersebut ditunjukkan dari total belanja modal (capital expenditure) perusahaan sebesar USD92 miliar untuk periode 2020-2024, di mana 9 persen, yakni sebesar USD8,3 miliar atau setara Rp119 triliun akan dialokasikan untuk EBT.
"Dari sisi bauran energi, EBT kita dari 2019 yang terdiri dari 13% akan meningkat menjadi 17 persen pada 2030," ujar Direktur Strategi, Portofolio, dan Pengembangan Usaha Pertamina Iman Rachman saat talkshow di sela-sela Konferensi Perubahan Iklim PBB (COP26) ke-26 di Glasgow, Skotlandia, dikutip Kamis (4/11/2021).
Baca Juga: Hingga September, Subholding Upstream Pertamina Produksi Migas 866 MBOEPD
Iman menambahkan, untuk memperluas portofolio EBT, Pertamina telah mengembangkan delapan inisiatif strategis yang meliputi optimalisasi potensi dan peningkatan kapasitas energi panas bumi, pemanfaatan hidrogen hijau, yang akan menggunakan listrik dari lapangan panas bumi perusahaan dengan total potensi 8.600 kilogram hidrogen per hari.
Pertamina juga turut serta dalam perusahaan patungan Indonesia’s Battery Company bersama 3 BUMN lainnya yang akan mengembangkan ekosistem baterai EV, termasuk bisnis swapping dan charging.
"Dari sisi bauran energi, EBT kita dari 2019 yang terdiri dari 13% akan meningkat menjadi 17 persen pada 2030," ujar Direktur Strategi, Portofolio, dan Pengembangan Usaha Pertamina Iman Rachman saat talkshow di sela-sela Konferensi Perubahan Iklim PBB (COP26) ke-26 di Glasgow, Skotlandia, dikutip Kamis (4/11/2021).
Baca Juga: Hingga September, Subholding Upstream Pertamina Produksi Migas 866 MBOEPD
Iman menambahkan, untuk memperluas portofolio EBT, Pertamina telah mengembangkan delapan inisiatif strategis yang meliputi optimalisasi potensi dan peningkatan kapasitas energi panas bumi, pemanfaatan hidrogen hijau, yang akan menggunakan listrik dari lapangan panas bumi perusahaan dengan total potensi 8.600 kilogram hidrogen per hari.
Pertamina juga turut serta dalam perusahaan patungan Indonesia’s Battery Company bersama 3 BUMN lainnya yang akan mengembangkan ekosistem baterai EV, termasuk bisnis swapping dan charging.
Lihat Juga :