Pertamina Tegaskan Tak Ada Kenaikan Harga BBM

Kamis, 04 November 2021 - 21:23 WIB
loading...
Pertamina Tegaskan Tak...
Stasiun Pengisian Bahan Bakar. Foto: Istimewa
A A A
MAKASSAR - PT Pertamina menegaskan tidak ada kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), khsusnya pertalite. Perubahan harga terjadi menyusul dicabutnya potongan harga atau diskon Program Langit Biru (PLB).

Program ini merupakan upaya pemerintah untuk mengendalikan pencemaran udara. Terutama yang bersumber dari kendaraan yang menimbulkan emisi gas. Serta mendorong masyarakat menggunakn BBM berkualitas ramah lingkungan, minimal jenis pertalite.

Baca juga:Tinjau Operasional Bisnis Pertamina Trans Kontinental, Ini Pesan Ahok

Melalui program ini, awalnya harga pertalite yang berada di angka Rp7.850 mendapat potongan sebesar Rp1.400 pada Maret 2021 lalu. Kala itu diberi nama pertalite harga premium yaitu Rp6.450 per liter. Lalu memasuki Juli 2021 potongan dipangkas sisa Rp1.000 dan berlaku di Kota Makassar.

Tidak lama berselang, pada Agustus 2021 potongan harga kembali mengalami pemangkasan. Dipangkas sebesar Rp400 sehingga tersisa Rp600. Dari potongan ini harga pertalite tersisi Rp7.250 per liternya dan berlaku di hampir seluruh daerah di Sulsel.

Senior Supervisor Communication & Relations Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Taufiq Kurniawan mengungkapkan, potongan harga melalui PLB sebenarnya sudah berakhir sejak 31 Oktober. Makanya, harga pertalite saat ini sudah kembali normal di angka Rp7.850 per liter.

Berakhirnya potongan harga ini disebabkan tingginya harga minyak dunia. Sehingga promo yang diperuntukkan khusus untuk tiga jenis kendaraan, yakni roda dua, roda tiga, dan roda empat plat kuning diputuskan dicabut.

“Justru Pertamina ini termasuk berani bertahan di harga itu sementara harga mintak dunia lagi tinggi-tingginya. Jadi kalau ada isu kenaikan BBM itu ditepis karena bertahan memperhatikan keterjangkauan masyarakat,” ujar dia, Kamis (4/11/2021).

Baca juga:Stok Solar Pertamina Mencukupi, Masyarakat Tidak Perlu khawatir

Taufiq juga mengatakan sejauh ini belum ada wacana kenaikan BBM. Hal ini lantaran Pertamina mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat yang belum sepenuhnya pulih di tengah pandemi Covid-19 .

“Belum ada pembahasan, baik internal Pertamina maupun pemerintah. Saya kira itu wacana dari pengamat melihat harga minyak dunia yang melonjak imbas dari pandemi,” ungkapnya.

Menanggapi hal ini, Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Makassar, Zainal Abidin merasa sangat terdampak. Harga pertalite yang dinilai naik itu disebutnya sangat menyulitkan rakyat. Terutama bagi sopir-sopir angkutan darat.

“Tentunya ini sangat menyulitkan rakyat. Makanya kami bilang pemerintah semestinya paham kondisi sekarang, semua serba sulit di tengah pandemi Covid-19,” keluhnya.

Sebelumnya, kata dia, pihaknya sempat menanyakan mengenai promo potongan harga yang diberlakukan. Hanya saja, pihaknya tidak mendapat jawaban pasti sementara harga terus berubah-ubah.

Baca juga:Bongkar Aksi Penimbunan, Pertamina dan Ditpolair Baharkam Polri Amankan Pasokan Solar Bersubsidi

Sementara, empat SPBU yang masih menyediakan BBM jenis premiun di Makassar tidak mampu mengakomodasi kendaraan-kendaraan yang telah ditentukan. Butuh waktu yang tidak sebentar untuk mengantre. Banyak sopir dirugikan.

"Masih ada empat SPBU menjual Premium, yang lain sudah tidak ada. Kalaupun dapat butuh waktu lama antre. Ditambah lagi masih ada kendaraan pribadi ikut mengantre, padahal seharusnya mereka menggunakan pertalite," ujarnya.
(luq)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Soal Peluang Harga Pertamax...
Soal Peluang Harga Pertamax Turun, Ditjen Migas: Belum Ada Pembahasan
Resmi, Pertamina Turunkan...
Resmi, Pertamina Turunkan Harga LPG Bright Gas Mulai 14 Juli
Resmi, Harga BBM Solar...
Resmi, Harga BBM Solar Khusus Nelayan Dipatok Rp15.000 per Liter
Pemerintah Targetkan...
Pemerintah Targetkan Seluruh SPBU Jual B50 Mulai Oktober 2026
Prabowo Kumpulin Menteri...
Prabowo Kumpulin Menteri di Hambalang Bahas Harga Khusus BBM untuk Nelayan
Prabowo Luncurkan BBM...
Prabowo Luncurkan BBM Baru B50 Pertama di Indonesia
Kegiatan Homecoming...
Kegiatan Homecoming Tour Local Heroes Indonesia
Ada Demo Mahasiswa di...
Ada Demo Mahasiswa di Jalan Medan Merdeka Selatan, Arus Lalin Dialihkan
Mahasiswa Kembali Turun...
Mahasiswa Kembali Turun ke Jalan, Bawa 3 Tuntutan
Rekomendasi
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
Pimpin ASEAN Smart Cities,...
Pimpin ASEAN Smart Cities, Indonesia Paparkan Pengelolaan Sampah dari Hulu hingga Hilir
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved