Defisit Perdagangan AS Jadi Pemicu Wall Street Tak Kompak Menguat
Kamis, 04 November 2021 - 23:00 WIB
loading...
A
A
A
Angka ekspor turun 3,0% menjadi USD207,6 miliar pada September. Ekspor barang anjlok 4,7% mencapai USD142,7 miliar. Pasokan industri memimpin penurunan paling dalam, khususnya ekspor minyak mentah yang anjlok USD1,0 miliar.
Sementara, data impor menunjukkan kenaikan sebesar 0,6% mencapai USD288,5 miliar. Impor barang naik 0,8% menjadi USD240,9 miliar.
Impor bahan baku dan bahan industri merupakan yang tertinggi sejak April 2014. Impor barang modal juga mencatat rekor tertinggi, demikian pula impor non-migas dan impor barang lainnya.
Kendati data perdagangan tidak sesuai ekspektasi, namun musim pendapatan pada kuartal III menunjukkan hasil yang cukup memuaskan bagi perusahaan-perusahaan berkapitalisasi besar.
Adanya optimisme atas pemulihan ekonomi AS menjadi penopang Wall Street untuk tidak turun lebih dalam, meskipun beberapa katalis masih menjadi ancaman seperti tekanan inflasi dan turunnya harga komoditas, dan hambatan rantai pasokan.
Sementara, data impor menunjukkan kenaikan sebesar 0,6% mencapai USD288,5 miliar. Impor barang naik 0,8% menjadi USD240,9 miliar.
Impor bahan baku dan bahan industri merupakan yang tertinggi sejak April 2014. Impor barang modal juga mencatat rekor tertinggi, demikian pula impor non-migas dan impor barang lainnya.
Kendati data perdagangan tidak sesuai ekspektasi, namun musim pendapatan pada kuartal III menunjukkan hasil yang cukup memuaskan bagi perusahaan-perusahaan berkapitalisasi besar.
Adanya optimisme atas pemulihan ekonomi AS menjadi penopang Wall Street untuk tidak turun lebih dalam, meskipun beberapa katalis masih menjadi ancaman seperti tekanan inflasi dan turunnya harga komoditas, dan hambatan rantai pasokan.
Lihat Juga :