Penerbangan Internasional Garuda Dibabat, Tersisa Layanan Kargo
Selasa, 09 November 2021 - 19:29 WIB
loading...
Kementerian BUMN memutuskan memberhentikan sejumlah rute penerbangan internasional PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Kementerian BUMN memutuskan untuk menghentikan sejumlah rute penerbangan internasional PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Langkah ini menjadi bagian dari upaya penyelamatan bisnis emiten pelat merah tersebut.
Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, rute-rute penerbangan internasional Garuda Indonesia akan dikurangi secara signifikan dan menyisakan volume kargo yang dinilai masih memadai. Sebagai gantinya, pemegang saham mengalihkan (refocusing) rute internasional ke domestik. Upaya ini akan dilakukan secara masif.
Baca juga: Defisitnya Lampaui Jiwasraya, Garuda Indonesia Bangkrut Secara Teknikal
"International kita kurangi secara signifikan, dan internasional hanya beberapa yang di servis, itu pun sebagian besar karena adanya volume kargo yang baik. Jadi, kita tidak akan punya rute-rute long haul seperti Amsterdam, London, dan sebagainya di-shutdown. Rute yang sepi seperti Korea pun di-shutdown. Jadi, kita menyisakan volume kargo yang yang memadai," beber Kartika, Selasa (9/11/2021).
Tak hanya itu, pemegang saham juga akan mengurangi jumlah pesawat Garuda Indonesia. Pada 2022, jumlah armada hanya akan tersisa 134 saja. Jumlah itu berkurang signifikan dari 2019 sebanyak 202 pesawat.
Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, rute-rute penerbangan internasional Garuda Indonesia akan dikurangi secara signifikan dan menyisakan volume kargo yang dinilai masih memadai. Sebagai gantinya, pemegang saham mengalihkan (refocusing) rute internasional ke domestik. Upaya ini akan dilakukan secara masif.
Baca juga: Defisitnya Lampaui Jiwasraya, Garuda Indonesia Bangkrut Secara Teknikal
"International kita kurangi secara signifikan, dan internasional hanya beberapa yang di servis, itu pun sebagian besar karena adanya volume kargo yang baik. Jadi, kita tidak akan punya rute-rute long haul seperti Amsterdam, London, dan sebagainya di-shutdown. Rute yang sepi seperti Korea pun di-shutdown. Jadi, kita menyisakan volume kargo yang yang memadai," beber Kartika, Selasa (9/11/2021).
Tak hanya itu, pemegang saham juga akan mengurangi jumlah pesawat Garuda Indonesia. Pada 2022, jumlah armada hanya akan tersisa 134 saja. Jumlah itu berkurang signifikan dari 2019 sebanyak 202 pesawat.
Lihat Juga :