Wall Street Dibuka Variatif, Dibayangi Calon Gubernur Baru The Fed
Kamis, 11 November 2021 - 23:59 WIB
loading...
Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka variatif pada perdagangan Kamis (11/11/2021). FOTO/REUTERS
A
A
A
JAKARTA - Bursa saham Amerika Serikat (AS) Wall Street dibuka variatif pada perdagangan Kamis (11/11/2021). Kenaikan tingkat inflasi di AS membuat investor cemas terhadap kemungkinan peningkatan suku bunga.
Baca Juga: Inflasi AS Sentuh Level Tertinggi, Wall Street Dibuka Gontai
Indeks Dow Jones Industrial Average tertekan pada pukul 08.30 waktu setempat turun 65 poin atau -0,2 persen di level 36.012 setelah sempat turun di zona 6.000 pada pembukaan perdagangan. S&P 500 naik 0,2 persen dan Nasdaq Composite naik 0,6 persen setelah sempat terpuruk Rabu (10/11/2021).
Perdagangan bursa AS diproyeksikan masih mendapat tekanan saat negeri Paman Sam tersebut tengah merayakan libur Hari Veteran. Seperti diketahui, laporan inflasi pada awal pekan telah memperburuk kondisi pasar, mengingat lonjakan harga butuh waktu lebih lama untuk mereda. Ditambah, rantai pasok global semakin ketat.
Baca Juga: Dituding Lemahkan Perbankan AS, Gubernur The Fed Jerome Powell Disebut 'Pria Berbahaya'
Berdasarkan laporan Reuters, Kamis (11/11/2021) para pelaku pasar juga tengah mencermati perkembangan kabar pemilihan Gubernur Bank Sentral AS/Federal Reserve . Muncul sebuah pertanyaan di antara para elit apakah bakal mempertahankan Jerome Powell sebagai gubernur baru atau terdepak dari The Fed.
Baca Juga: Inflasi AS Sentuh Level Tertinggi, Wall Street Dibuka Gontai
Indeks Dow Jones Industrial Average tertekan pada pukul 08.30 waktu setempat turun 65 poin atau -0,2 persen di level 36.012 setelah sempat turun di zona 6.000 pada pembukaan perdagangan. S&P 500 naik 0,2 persen dan Nasdaq Composite naik 0,6 persen setelah sempat terpuruk Rabu (10/11/2021).
Perdagangan bursa AS diproyeksikan masih mendapat tekanan saat negeri Paman Sam tersebut tengah merayakan libur Hari Veteran. Seperti diketahui, laporan inflasi pada awal pekan telah memperburuk kondisi pasar, mengingat lonjakan harga butuh waktu lebih lama untuk mereda. Ditambah, rantai pasok global semakin ketat.
Baca Juga: Dituding Lemahkan Perbankan AS, Gubernur The Fed Jerome Powell Disebut 'Pria Berbahaya'
Berdasarkan laporan Reuters, Kamis (11/11/2021) para pelaku pasar juga tengah mencermati perkembangan kabar pemilihan Gubernur Bank Sentral AS/Federal Reserve . Muncul sebuah pertanyaan di antara para elit apakah bakal mempertahankan Jerome Powell sebagai gubernur baru atau terdepak dari The Fed.
(nng)
Lihat Juga :