UMKM Lorong Andalkan Ekosistem Gojek Bertahan di Masa Pandemi
Jum'at, 12 November 2021 - 17:26 WIB
loading...
Bakso Iyang Lorong Bambapuang, salah satu Mitra Usaha GoFood. Foto: Istimewa
A
A
A
MAKASSAR - Bakso Iyang Lorong Bambapuang adalah salah satu kedai makan yang banyak diminati di Kota Makasar. Berdiri sejak tahun 1995, tidak heran bakso ini dikenal cukup legendaris meski lokasinya berada di sebuah lorong Kota Makassar.
Saat pandemi Covid-19 melanda Indonesia, utamanya saat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Kota Makassar, Bakso Iyang Lorong Bambapuang turut terdampak. Larangan makan di tempat membuat pelanggan beralih memanfaatkan layanan pemesanan online.
Baca juga:HUT Makassar, Gojek-Dispar Kolaborasi Dorong Hadirnya Lorong Wisata
Pemilik Bakso Iyang Lorong Bambapuang, Yonce harus memutar otak untuk bertahan selama masa pandemi dengan menjadi social seller mengandalkan layanan GoShop. Melihat tingginya animo pemesanan melalui GoShop, Yonce akhirnya memutuskan untuk menjadi mitra usaha GoFood.
"Saat itu kami belum bergabung menjadi merchant GoFood, namun karena melihat pelanggan kami banyak yang memesan via online, jadi kami memutuskan untuk bergabung menjadi mitra usaha GoFood, selain memudahkan pelanggan dalam memesan kami juga bisa mengontrol jam buka tutup warung dan penjualan jika stok habis melalui aplikasi Go-Biz," ungkapnya.
Dalam rangka hari ulang tahun (HUT) ke-414 Kota Makassar, Gojek bekerja sama dengan Pemerintah Kota Makassar menggagas Lorong Wisaya Bambapuang, yaitu inisiatif yang menjadi rumah bagi para UMKM kuliner khas Makassar, salah satunya Bakso Iyang Bambapuang atau yang dikenal juga sebagai Bakso Lorong dan salah satu Mitra Usaha GoFood.
Baca juga:Kucurkan Rp1 Triliun Bukti Gojek Tak Pikirkan Keuntungan Sendiri
Lorong Bambapuang dapat menjadi daya tarik wisata kuliner bagi warga Makassar dan wisatawan. Hal inilah yang mendorong Gojek untuk memilih lokasi ini sebagai Lorong Wisata.
Upaya Gojek untuk mendorong wisata kuliner Lorong Wisata adalah mendukung program 5000 Lorong wisata Pemerintah Kota Makassar dengan memberikan pelatihan kewirausahaan kepada UMKM Lorong dan menghadirkan nilai estetika secara fisik di lorong melalui renovasi, menampilkan mural, dan instalasi yang instagramable.
Selain itu, dilakukan juga upaya digitalisasi bagi UMKM Lorong dengan memberikan perluasan pasar di GoFood dan pembayaran non tunai lewat GoPay yang diharapkan dapat meminimalisir penyebaran virus serta memperluas penetrasi inklusi keuangan.
Baca juga:PMI Gandeng Grab Dukung Pengantaran Dokumen dan Kantong Darah di Makassar
Head of Regional Corporate Regional Affairs East Indonesia, Guntur Arbiansyah mengatakan, ketahanan ekonomi selama pandemi Covid-19 di Kota Makassar ternyata mampu didukung oleh keberadaan ekosistem ekonomi digital yang dimiliki Gojek.
"Solusi teknologi dan non-teknologi yang ditawarkan platform digital Gojek membantu pelaku UMKM beradaptasi sehingga bisa bangkit di situasi pandemi Covid-19, dan tetap optimis bertumbuh ke depannya. Salah satunya melalui kemudahan migrasi UMKM dari offline ke online, atau mempercepat UMKM untuk go digital," pungkas Guntur.
Saat pandemi Covid-19 melanda Indonesia, utamanya saat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Kota Makassar, Bakso Iyang Lorong Bambapuang turut terdampak. Larangan makan di tempat membuat pelanggan beralih memanfaatkan layanan pemesanan online.
Baca juga:HUT Makassar, Gojek-Dispar Kolaborasi Dorong Hadirnya Lorong Wisata
Pemilik Bakso Iyang Lorong Bambapuang, Yonce harus memutar otak untuk bertahan selama masa pandemi dengan menjadi social seller mengandalkan layanan GoShop. Melihat tingginya animo pemesanan melalui GoShop, Yonce akhirnya memutuskan untuk menjadi mitra usaha GoFood.
"Saat itu kami belum bergabung menjadi merchant GoFood, namun karena melihat pelanggan kami banyak yang memesan via online, jadi kami memutuskan untuk bergabung menjadi mitra usaha GoFood, selain memudahkan pelanggan dalam memesan kami juga bisa mengontrol jam buka tutup warung dan penjualan jika stok habis melalui aplikasi Go-Biz," ungkapnya.
Dalam rangka hari ulang tahun (HUT) ke-414 Kota Makassar, Gojek bekerja sama dengan Pemerintah Kota Makassar menggagas Lorong Wisaya Bambapuang, yaitu inisiatif yang menjadi rumah bagi para UMKM kuliner khas Makassar, salah satunya Bakso Iyang Bambapuang atau yang dikenal juga sebagai Bakso Lorong dan salah satu Mitra Usaha GoFood.
Baca juga:Kucurkan Rp1 Triliun Bukti Gojek Tak Pikirkan Keuntungan Sendiri
Lorong Bambapuang dapat menjadi daya tarik wisata kuliner bagi warga Makassar dan wisatawan. Hal inilah yang mendorong Gojek untuk memilih lokasi ini sebagai Lorong Wisata.
Upaya Gojek untuk mendorong wisata kuliner Lorong Wisata adalah mendukung program 5000 Lorong wisata Pemerintah Kota Makassar dengan memberikan pelatihan kewirausahaan kepada UMKM Lorong dan menghadirkan nilai estetika secara fisik di lorong melalui renovasi, menampilkan mural, dan instalasi yang instagramable.
Selain itu, dilakukan juga upaya digitalisasi bagi UMKM Lorong dengan memberikan perluasan pasar di GoFood dan pembayaran non tunai lewat GoPay yang diharapkan dapat meminimalisir penyebaran virus serta memperluas penetrasi inklusi keuangan.
Baca juga:PMI Gandeng Grab Dukung Pengantaran Dokumen dan Kantong Darah di Makassar
Head of Regional Corporate Regional Affairs East Indonesia, Guntur Arbiansyah mengatakan, ketahanan ekonomi selama pandemi Covid-19 di Kota Makassar ternyata mampu didukung oleh keberadaan ekosistem ekonomi digital yang dimiliki Gojek.
"Solusi teknologi dan non-teknologi yang ditawarkan platform digital Gojek membantu pelaku UMKM beradaptasi sehingga bisa bangkit di situasi pandemi Covid-19, dan tetap optimis bertumbuh ke depannya. Salah satunya melalui kemudahan migrasi UMKM dari offline ke online, atau mempercepat UMKM untuk go digital," pungkas Guntur.
(luq)
Lihat Juga :