Hindari Kondisi Kritis, PLN Diminta Perbaiki Strategi Pengadaan Batu Bara
Senin, 15 November 2021 - 17:31 WIB
loading...
Kementerian ESDM meminta PLN memperbaiki strategi pengadaan batu bara untuk pembangkit listriknya. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral ( ESDM ) meminta PT PLN (Persero) memperbaiki strategi pengadaan batu bara untuk pembangkit listriknya. PLN didorong untuk membeli langsung dari perusahaan tambang, tidak melalui trader.
Direktur Jenderal Minerba Kementerian ESDM Ridwan Djamaluddin mengatakan, saat ini PLN memiliki kontrak pengadaan batu bara paling besar dengan pemegang IUP OPK Angkut Jual dengan porsi 38%. Sementara dengan perusahaan PKP2B hanya sebesar 31%.
Baca Juga: Tersisa 2 Bulan, Realisasi DMO Batu Bara Tahun Ini Baru 80%
"Kami mengusulkan pada PLN untuk membeli langsung dari perusahaan tambang, tidak melalui trader," ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR RI, Senin (15/11/2021).
Menurut Ridwan, kontrak dengan pemegang IUP OPK Angkut Jual berpotensi memberikan ketidakpastian pasokan di saat harga batu bara sedang tinggi. Selain itu, hal itu juga memperpanjang rantai pasokan yang berdampak pada tingginya biaya pasokan.
Direktur Jenderal Minerba Kementerian ESDM Ridwan Djamaluddin mengatakan, saat ini PLN memiliki kontrak pengadaan batu bara paling besar dengan pemegang IUP OPK Angkut Jual dengan porsi 38%. Sementara dengan perusahaan PKP2B hanya sebesar 31%.
Baca Juga: Tersisa 2 Bulan, Realisasi DMO Batu Bara Tahun Ini Baru 80%
"Kami mengusulkan pada PLN untuk membeli langsung dari perusahaan tambang, tidak melalui trader," ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR RI, Senin (15/11/2021).
Menurut Ridwan, kontrak dengan pemegang IUP OPK Angkut Jual berpotensi memberikan ketidakpastian pasokan di saat harga batu bara sedang tinggi. Selain itu, hal itu juga memperpanjang rantai pasokan yang berdampak pada tingginya biaya pasokan.
Lihat Juga :