Hindari Kondisi Kritis, PLN Diminta Perbaiki Strategi Pengadaan Batu Bara

Senin, 15 November 2021 - 17:31 WIB
loading...
A A A
"Ini yang sering jadi kendala ketika PLN membutuhkan tambahan pasokan. Kami mengamati pemegang kontrak dengan IUP OPK Angkut Jual ini berpotensi memberikan ketidakpastian pasokan khususnya pada saat batu bara sedang tinggi, karena mereka tidak punya kewajiban DMO," ungkapnya.

Baca Juga: Belarusia Inginkan Sistem Rudal Berkemampuan Nuklir Rusia, Barat Makin Waswas

Dia mengusulkan agar PLN melakukan kontrak jangka panjang untuk pengadaan batu bara, bukan spot. PLN juga diminta untuk membeli pasokan batu bara dari perusahaan tambang. "Ini yang akan kami pastikan agar PLN lebih meningkatkan kontraknya dengan perusahaan-perusahaan pertambangan secara langsung," ujarnya.

Ridwan menambahkan, pemerintah juga meminta agar PLN melakukan penataan stok agar sesuai dengan kebutuhan. Selain itu, PLN diminta melakukan spesifikasi kualitas pasokan batu bara sesuai dengan desain PLTU dan perbaikan skema pembayaran dari PLN. "Ini agar kita tidak mengalami kondisi kritis seperti beberapa waktu yang lalu," tandasnya.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
HGII Perkuat Posisi...
HGII Perkuat Posisi di Segmen Hidro, Tulang Punggung EBT Nasional dalam RUPTL 2025–2034
BLU Bisa Impor Minyak...
BLU Bisa Impor Minyak saat Pasokan Global Seret, Lemigas Salah Satunya
Ketahanan Energi Nasional...
Ketahanan Energi Nasional Dinilai Masih Rapuh di Tengah Tekanan Global
Daftar Negara Pengguna...
Daftar Negara Pengguna Energi Nuklir Terbesar di Dunia, Siapa Juaranya?
DDPI Group Raih Sejumlah...
DDPI Group Raih Sejumlah Penghargaan di TOP CSR Awards 2026
Ekonom Ingatkan Risiko...
Ekonom Ingatkan Risiko Ekspor Satu Pintu Jadi Monopoli Birokrasi Baru
Buntut Listrik Blackout...
Buntut Listrik Blackout di Pulau Sumatera, PLN Didesak Beri Kompensasi
Blackout Sumatera Harus...
Blackout Sumatera Harus Jadi Alarm Penguatan Transmisi
China Revisi Jumlah...
China Revisi Jumlah Korban Tewas Tragedi Tambang Batu Bara, dari 90 Jadi 82 Orang
Rekomendasi
Argentina Gusur Spanyol...
Argentina Gusur Spanyol di Puncak Ranking FIFA, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Presiden Prabowo Fokus...
Presiden Prabowo Fokus pada Kebutuhan Dasar Rakyat dan Kesejahteraan Masyarakat
Marc Marquez Dominan...
Marc Marquez Dominan di Sprint Race MotoGP Hungaria, Veda Ega Start dari Baris Ketiga Moto3
Berita Terkini
DPR Solid Tolak Aturan...
DPR Solid Tolak Aturan Kemasan Polos Produk Tembakau dari Kemenkes
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
Infografis
Bagaimana Strategi Houthi...
Bagaimana Strategi Houthi untuk Meledakkan Kapal Induk AS?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved