Gelar Konferensi, Gapki Dorong Peran Industri Sawit dalam Pemulihan Ekonomi
Rabu, 17 November 2021 - 16:52 WIB
loading...
A
A
A
Ketua Panitia Penyelenggara IPOC Mona Surya mengatakan, sebagai negara produsen utama kelapa sawit di dunia, kenaikan harga ini memberikan dampak positif pada peningkatan pendapatan petani serta menjaga neraca perdagangan Indonesia tetap positif di tengah pandemi Covid -19.
Baca Juga: Nagita Slavina Pilih Kamar Perawatan Persalinan Rafathar untuk Anak Kedua
Sepanjang 2021, harga rata-rata CPO di atas USD1.000 per metrik ton, bahkan mencapai puncak tertinggi yaitu USD1.390 per metrik ton pada Oktober lalu. "Industri sawit kembali memasuki masa keemasan di tahun 2021 dimana harga CPO global mencapai harga tertinggi dalam sejarah perdagangan minyak sawit dunia," ungkapnya.
Mona melanjutkan, saat ini harga sawit masih terus melejit karena produksi di negara produsen yang sedang menurun, di samping produksi minyak nabati lainnya yang juga mengalami perlambatan. Situasi ini tentu akan berubah jika produksi tinggi dan demand yang menurun. Jika terjadi berkepanjangan maka harga akan kembali turun karena stok yang melimpah.
"Untuk itu, diperlukan strategi yang tepat untuk menjaga kestabilan harga dan daya saing dalam situasi ini. Untuk itu, IPOC tahun ini akan membahas secara komprehensif mengenai strategi pemulihan ekonomi berkelanjutan kaitannya dengan peranan kelapa sawit," tandasnya.
Baca Juga: Nagita Slavina Pilih Kamar Perawatan Persalinan Rafathar untuk Anak Kedua
Sepanjang 2021, harga rata-rata CPO di atas USD1.000 per metrik ton, bahkan mencapai puncak tertinggi yaitu USD1.390 per metrik ton pada Oktober lalu. "Industri sawit kembali memasuki masa keemasan di tahun 2021 dimana harga CPO global mencapai harga tertinggi dalam sejarah perdagangan minyak sawit dunia," ungkapnya.
Mona melanjutkan, saat ini harga sawit masih terus melejit karena produksi di negara produsen yang sedang menurun, di samping produksi minyak nabati lainnya yang juga mengalami perlambatan. Situasi ini tentu akan berubah jika produksi tinggi dan demand yang menurun. Jika terjadi berkepanjangan maka harga akan kembali turun karena stok yang melimpah.
"Untuk itu, diperlukan strategi yang tepat untuk menjaga kestabilan harga dan daya saing dalam situasi ini. Untuk itu, IPOC tahun ini akan membahas secara komprehensif mengenai strategi pemulihan ekonomi berkelanjutan kaitannya dengan peranan kelapa sawit," tandasnya.
(fai)
Lihat Juga :