Menguak Kesalahan Model Bisnis Garuda Indonesia, Erick Thohir: Sudah Puluhan Tahun
Kamis, 18 November 2021 - 21:28 WIB
loading...
A
A
A
"Ketika apa, yang selama ini dimanja, karena kita punya domestik market yang sangat kuat, oknum di Garuda lebih senang membuka terus pemikiran ke luar negeri, yang akhirnya apa? Jumlah pesawat bermacam-macam, dibikin skenario, 'oh kalau terbang ke sini harus pakai pesawat ini'," paparnya.
Erick Thohir mengatakan, berdasarkan data saat ini penerbangan didominasi oleh penumpang domestik. Menurutnya 78% penumpang menggunakan jasa pesawat untuk bepergian antarpulau. Dia menambahkan, turis lokal berkontribusi sebanyak Rp1.400 triliun. Sedangkan 22% atau sekitar Rp300 triliun berasal dari turis mancanegara.
"Toh kalau kita lihat dari data sebelum Covid sendiri, 78 % adalah turis lokal, sisanya turis asing. Dari 78 % itu Rp1.400 triliun perputaran uangnya. Jadi memang nanti kita akan memfokuskan kepada penerbangan dalam negeri saja, ini untuk bisnis model perubahan," katanya.
Baca Juga: Cari Duit Buat Garuda Indonesia, Erick Thohir Godok 2 Opsi
Dia menilai pasar domestik merupakan terobosan paling realistis untuk menyelamatkan maskapai penerbangan pelat merah itu. "Ini yang harus kita hadapi, bahwa koneksitasnya itu bukan semata-mata bukan hari ini, sudah terjadi puluhan tahun," ungkapnya.
Erick Thohir mengatakan, berdasarkan data saat ini penerbangan didominasi oleh penumpang domestik. Menurutnya 78% penumpang menggunakan jasa pesawat untuk bepergian antarpulau. Dia menambahkan, turis lokal berkontribusi sebanyak Rp1.400 triliun. Sedangkan 22% atau sekitar Rp300 triliun berasal dari turis mancanegara.
"Toh kalau kita lihat dari data sebelum Covid sendiri, 78 % adalah turis lokal, sisanya turis asing. Dari 78 % itu Rp1.400 triliun perputaran uangnya. Jadi memang nanti kita akan memfokuskan kepada penerbangan dalam negeri saja, ini untuk bisnis model perubahan," katanya.
Baca Juga: Cari Duit Buat Garuda Indonesia, Erick Thohir Godok 2 Opsi
Dia menilai pasar domestik merupakan terobosan paling realistis untuk menyelamatkan maskapai penerbangan pelat merah itu. "Ini yang harus kita hadapi, bahwa koneksitasnya itu bukan semata-mata bukan hari ini, sudah terjadi puluhan tahun," ungkapnya.
(akr)
Lihat Juga :