UMKM jadi Idola Industri Jasa Keuangan, Perbarindo Minta BPR-BPRS Pacu Daya Saing

Sabtu, 20 November 2021 - 15:51 WIB
loading...
UMKM jadi Idola Industri...
DPD Perbarindo menggelar seminar dan Musyawarah Daerah (Musda) Perbarindo Sumatera Utara ke-VI di Medan. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Industri Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan BPR Syariah (BPRS) menyongsong tahun 2022 dengan penuh optimisme. Kendati demikian, BPR-BPRS harus meningkatkan daya saing dalam menghadapi berbagai tantangan.

Ketua Umum Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat (Perbarindo) Joko Suyanto dalam Seminar Nasional Perbarindo bertajuk “Tantangan dan Peluang Industri BPR-BPRS untuk Survive di Masa Pandemi Covid-19” yang digelar di Medan pada Kamis (18/11/2021) mengungkapkan, pemulihan ekonomi Indonesia 2021 dan 2022 diperkirakan masih tetap stabil dan resilient di tengah peningkatan risiko ekonomi global. Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-III tahun ini tumbuh 3,24% dibanding periode yang sama tahun 2020.

“Pemulihan ekonomi 2021 diperkirakan berlanjut setelah kondisi Covid-19 akibat varian delta terkendali lebih cepat, dengan dampak yang tidak terlalu dalam terhadap mobilitas. Sementara untuk tahun 2022 diperkirakan dapat lebih resilient dengan persiapan dan penerapan pola hidup baru dalam living with endemic,” ujarnya, dikutip Sabtu (20/11/2021).

Baca juga: Gubernur BI Sebut Penyaluran Kredit Mulai Kembali Lancar

Terkait positioning industri BPR-BPRS yang dilihat dari perkembangan aset, perkembangan KYD (kredit yang diberikan), perkembangan tabungan, dan perkembangan deposito secara perlahan mulai menunjukkan perbaikan.

Namun demikian, kata Joko, industri BPR-BPRS masih harus menghadapi tantangan lainnya. Misalnya terkait maraknya persaingan penyedia jasa keuangan di segmen mikro, kecil, dan menengah (MKM). “Segmen mikro, kecil, dan menengah itu merupakan segmen yang banyak dijadikan idola lembaga jasa keuangan dalam menjalankan bisnisnya,” tuturnya.

Oleh karena itu, Joko mengimbau kepada para pemilik dan pengurus BPR-BPRS di seluruh Indonesia untuk dapat meningkatkan daya saing guna bertahan di segmen MKM.

Baca juga: Kontribusi Hampir Rp9.000 Triliun, Sandiaga Terus Mendorong Kebangkitan UMKM

Joko juga menekankan pentingnya transformasi digital BPR sebagai salah satu kunci untuk menghadapi tantangan di bidang jasa keuangan dan memenangi persaingan.

Menurut dia, digitalisasi perbankan dapat memberikan tiga manfaat sekaligus yakni penurunan biaya opersional, peningkatan pendapatan, dan peningkatan nilai perusahaan. "Selain digitalisasi BPR, tantangan dari regulasi dan SDM BPR-BPRS juga tetap jadi perhatian khusus," ucapnya.

Sementara itu, pada kesempatan dan tempat yang sama, DPD Perbarindo juga menggelar Musyawarah Daerah (Musda) Perbarindo Sumatera Utara ke-VI yang beragendakan pemilihan Ketua DPD Perbarindo Sumatera Utara. Dalam Musda tersebut, Hardey S. Silaban terpilih sebagai Ketua DPD Perbarindo Sumatera Utara periode 2021-2025.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 5 Sumatera Bagian Utara Yusup Ansori yang turut hadir berharap DPD Perbarindo Sumatera Utara dan segenap jajarannya dalam melaksanakan fungsi dan perannya secara profesional.

“Dengan terpilihnya Ketua Perbarindo DPD dan pengurus yang baru ini dapat menunjukkan profesionalisme para pengurus dan dapat menciptakan BPR-BPRS yang sehat, produktif dan indenpenden,” ujarnya.

Saat melantik pengurus DPD Perbarindo Sumatera Utara periode 2021-2025, Joko Suyanto berharap BPR-BPRS di Sumatera Utara dapat berperan strategis dalam menumbuhkan ekonomi rakyat melalui pembiayaan ke sektor UMKM.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
Buka Akses Pasar Lebih...
Buka Akses Pasar Lebih Luas, Pertamina Fasilitasi UMKM Binaan di Jakarta Fair
Revisi UU Hak Cipta...
Revisi UU Hak Cipta Dikhawatirkan Bebani UMKM hingga Startup
Penyaluran Pindar Tembus...
Penyaluran Pindar Tembus Rp1.388 Triliun, 40% Mengalir ke UMKM
Bukan Sekadar Bisnis,...
Bukan Sekadar Bisnis, Sektor Keuangan Mikro Integrasikan Kelestarian Alam ke Dalam Ekosistem UMKM
Penjelasan soal Aturan...
Penjelasan soal Aturan Tarif PPh Final 0,5% Kini Khusus buat UMKM
Dari Keinginan Bahagiakan...
Dari Keinginan Bahagiakan Orang Tua, Lahir Warung Irine Gresik
Ribuan Penonton Final...
Ribuan Penonton Final PFL 2026 Ciptakan Peluang Ekonomi bagi Pengusaha Ultra Mikro
Makin Dicintai Dunia,...
Makin Dicintai Dunia, Batik Ramah Lingkungan Asal Semarang Sukses Mendunia lewat LinkUMKM BRI
Rekomendasi
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Gunung Merapi Erupsi,...
Gunung Merapi Erupsi, Guguran Lava Meluncur 2 Kilometer ke Arah Barat
Syiar Islam Harus Dekat...
Syiar Islam Harus Dekat dengan Masyarakat
Berita Terkini
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
Menteri PU Tinjau IPTC,...
Menteri PU Tinjau IPTC, Nindya Karya Dukung Penambahan Fasilitas Atlet Difabel
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
MANU dan Universitas...
MANU dan Universitas Jember Kolaborasi Perkuat Pengembangan SDM Pertanian
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
Infografis
Papua Barat Daya, Resmi...
Papua Barat Daya, Resmi Jadi Provinsi ke-38 Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved