Harga Batu Bara Diramal Meredup di 2022, Ini Saran Analis untuk Investor
Selasa, 23 November 2021 - 12:41 WIB
loading...
A
A
A
Mirae Asset masih melihat permintaan batu bara China akan bertahan dalam jangka menengah, karena ada sejumlah besar kapasitas pembangkit listrik termal terpasang di China.
"Kami mencatat bahwa pembangkit listrik tenaga batu bara China yang beroperasi sepanjang tahun 2020 meningkat menjadi 1,0 juta MW (+4,2% YoY)," katanya.
Lebih lanjut, Mirae Asset mempertahankan permintaan Overweight pada sektor batu bara Indonesia, meskipun mereka memperkirakan asumsi harga batu bara rata-rata pada 2022 akan turun menjadi USD100 per ton dari USD126 per ton.
"Namun, kami memperkirakan transisi untuk energi terbarukan masih akan menantang dalam waktu dekat, dan asumsi harga batu bara sebesar USD100 per ton pada 2022 masih menguntungkan bagi industri batu bara Indonesia," tutup Juan.
Baca juga: Capaian Kemitraan 30 Tahun ASEAN dan China, Investasi Meningkat 82 Kali Lipat
"Kami mencatat bahwa pembangkit listrik tenaga batu bara China yang beroperasi sepanjang tahun 2020 meningkat menjadi 1,0 juta MW (+4,2% YoY)," katanya.
Lebih lanjut, Mirae Asset mempertahankan permintaan Overweight pada sektor batu bara Indonesia, meskipun mereka memperkirakan asumsi harga batu bara rata-rata pada 2022 akan turun menjadi USD100 per ton dari USD126 per ton.
"Namun, kami memperkirakan transisi untuk energi terbarukan masih akan menantang dalam waktu dekat, dan asumsi harga batu bara sebesar USD100 per ton pada 2022 masih menguntungkan bagi industri batu bara Indonesia," tutup Juan.
Baca juga: Capaian Kemitraan 30 Tahun ASEAN dan China, Investasi Meningkat 82 Kali Lipat
Lihat Juga :