Rupiah Loyo di Rp14.279 per Dolar AS, Investor Cermati Langkah The Fed

Kamis, 25 November 2021 - 10:54 WIB
loading...
Rupiah Loyo di Rp14.279...
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka melemah pada pembukaan perdagangan, Kamis (25/11/2021). Foto/Dok SINDOnews/Yorri Farli
A A A
JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada Kamis pagi (25/11/2021). Menilik pasar spot Bloomberg hingga pukul 09:11 WIB, mata uang Garuda turun 14 poin atau -0,10% di harga Rp14.279 per Dolar AS.

Selain Rupiah, sejumlah mata uang negara Asia terlihat bergerak variatif terhadap USD, ketika indeks Dolar AS tertekan -0,11% berada di level USD96,76. Yen Jepang naik 0,02% di 115,38, Baht Thailand menguat paling tinggi sebesar 0,31% di 33.255, dan Peso Filipina tertekan -0,21% di 50,508.

Sementara itu Won Korea Selatan melemah -0,09% di 1.189,84, Ringgit Malaysia tertekan -0,25% di 4,2195. Dolar Singapura anjlok -0,03% di 1,3685, dan Dolar Taiwan unggul tipis 0,01% di 27.795. Sedangkan yang juga mengalami penguatan yakni Yuan China naik 0,06% di 6,3881 dan Dolar Hong Kong 0,02% di 7,7967.

Baca juga: Rupiah Hari Ini Dibuka Merana, Yuan China Masih Perkasa

Meskipun terkoreksi pagi ini, Dolar AS masih berada di level tertingginya terhadap sejumlah mata uang lainnya setelah Gubernur Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell dipilih kembali untuk masa jabatan kedua. Hal ini memperkuat asumsi pada suku bunga AS yang lebih tinggi.

Direktur TRFX Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, saat ini investor masih mencermati langkah Federal Reserve terkait kabar pengetatan kebijakan moneter.

"Investor mengharapkan Pemimpin Federal Reserve AS yang baru dinominasikan Jerome Powell akan mempercepat pengetatan moneter, termasuk pengurangan aset dan kenaikan suku bunga, untuk mengekang inflasi yang terus meningkat," katanya melalui riset, Rabu (24/11).

Baca juga: Wall Street Dibuka Variatif, Dibayangi Calon Gubernur Baru The Fed

Sampai saat ini, pasar mata uang sebagian besar didorong oleh persepsi di mana bank sentral global dimungkinkan bakal mengurangi stimulus untuk masa pandemi dan mulai menaikkan suku bunga.

"Nominasi Powell untuk masa jabatan kedua akan membuat investor nyaman dengan harga pasar saat ini," kata analis di Westpac dalam sebuah catatan. "Setidaknya tiga pejabat Fed sekarang secara terbuka juga membahas percepatan tapering," lanjutnya.

Di samping itu, langkah-langkah pembatasan mobilitas di Eropa akibat lonjakan angka Covid-19 juga masih menjadi tantangan bagi pasar di masa depan.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Bergejolak, Saatnya...
Rupiah Bergejolak, Saatnya Lirik Aset Global?
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat, Kurs Dolar AS Kini di Rp17.860
Menakar Efek di Balik...
Menakar Efek di Balik Isu Pergantian Menkeu, Awas! Ganggu Kepercayaan Publik dan Investor
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
Rupiah Melemah, Bagaimana...
Rupiah Melemah, Bagaimana Nasib Proyek IKN?
Orang Kaya Diminta Lepas...
Orang Kaya Diminta Lepas Dolar, Dasco Sebut Rupiah Menguat Minggu Depan
Rupiah dan IHSG Menguat,...
Rupiah dan IHSG Menguat, SBY: Ada Good News untuk Kita Semua
Gapasdap Dorong Pemerintah...
Gapasdap Dorong Pemerintah Perhatikan Nasib Angkutan Pelayaran Imbas Kenaikan Dolar AS
Istana Terima Tuntutan...
Istana Terima Tuntutan BEM SI Jateng Soal Kuatkan Rupiah, tapi...
Rekomendasi
Unjuk Rasa Mahasiswa...
Unjuk Rasa Mahasiswa Bubar, Polisi Mulai Buka Jalan Jenderal Sudirman Arah Bundaran HI
Terungkap! Andri Mulyono...
Terungkap! Andri Mulyono Kongkalikong dengan PPK untuk Dapat Proyek Pengadaan Motor Listrik BGN
AS Juara Piala Dunia...
AS Juara Piala Dunia 2026, Jeep Siap Bagi-bagi Mobil Wrangler
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Infografis
10 Universitas Terbaik...
10 Universitas Terbaik di Indonesia Versi THE Asia University Rankings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved