Erick Thohir Dorong Petani Ikut Program Peremajaan Sawit PTPN
Sabtu, 27 November 2021 - 07:26 WIB
loading...
Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir mendorong petani ikut program peremajaan sawit (PSR) PTPN. FOTO/IST
A
A
A
PEKANBARU - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mendorong petani ikut program peremajaan sawit (PSR) PTPN. Hal itu disampaikan saat kunjungan kerja ke Koperasi Unit Desa (KUD) Mojopahit Jaya, Desa Sari Galuh, Kecamatan Tapung, Kampar, Riau. KUD ini merupakan salah satu mitra binaan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) V.
Erick berpesan kepada para petani dan pengurus KUD binaan PTPN V agar membuka diri dengan transformasi pola kemitraan PSR saat ini. Menurutnya, di tengah berbagai kekurangan, PTPN telah menuju ke arah yang lebih baik.
"Saya berharap dengan kerjasama yang baik ini, para KUD dan petani tetap membuka diri. Jangan segan-segan mengutarakan jika ada persoalan. Saya juga pastikan, bahwa direksi, komisaris PTPN saat ini adalah manajemen yang berbeda. Melayani rakyat dan mendengarkan petani," kata Erick Jumat (26/11/2021).
Baca Juga: Hadiri MuslimLeaderPreneur, Erick Thohir: Jadikan Masjid sebagai Mercusuar Peradaban
Meski begitu, Erick menyadari masih cukup banyak petani sawit di Riau yang belum berkeinginan mengikuti program PSR PTPN. Hal itu tak lepas dari sejarah panjang dan dinamika yang terjadi di masa lampau. Sehingga, ia meminta kepada petani untuk melihat manajemen dan pengelolaan PTPN saat ini.
"Kita akui banyak kekurangan. Namun, saya mohon percayakan kembali. Sampaikan ke petani. Bahwa kita ini sudah berubah. Kita saling untung," katanya.
Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara III Mohammad Abdul Ghani menambahkan bahwa peremajaan perkebunan sawit masyarakat mendesak untuk dipercepat mengingat tingginya disparitas produktivitas antara petani dan korporasi.
Erick berpesan kepada para petani dan pengurus KUD binaan PTPN V agar membuka diri dengan transformasi pola kemitraan PSR saat ini. Menurutnya, di tengah berbagai kekurangan, PTPN telah menuju ke arah yang lebih baik.
"Saya berharap dengan kerjasama yang baik ini, para KUD dan petani tetap membuka diri. Jangan segan-segan mengutarakan jika ada persoalan. Saya juga pastikan, bahwa direksi, komisaris PTPN saat ini adalah manajemen yang berbeda. Melayani rakyat dan mendengarkan petani," kata Erick Jumat (26/11/2021).
Baca Juga: Hadiri MuslimLeaderPreneur, Erick Thohir: Jadikan Masjid sebagai Mercusuar Peradaban
Meski begitu, Erick menyadari masih cukup banyak petani sawit di Riau yang belum berkeinginan mengikuti program PSR PTPN. Hal itu tak lepas dari sejarah panjang dan dinamika yang terjadi di masa lampau. Sehingga, ia meminta kepada petani untuk melihat manajemen dan pengelolaan PTPN saat ini.
"Kita akui banyak kekurangan. Namun, saya mohon percayakan kembali. Sampaikan ke petani. Bahwa kita ini sudah berubah. Kita saling untung," katanya.
Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara III Mohammad Abdul Ghani menambahkan bahwa peremajaan perkebunan sawit masyarakat mendesak untuk dipercepat mengingat tingginya disparitas produktivitas antara petani dan korporasi.
Lihat Juga :