IHSG Rawan Koreksi, Berikut Rekomendasi Saham Pekan Depan

Sabtu, 27 November 2021 - 17:00 WIB
loading...
IHSG Rawan Koreksi, Berikut Rekomendasi Saham Pekan Depan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan depan masih rawan terkoreksi. FOTO/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Senior Fund Manager Pacific Capital Investment, Parningotan Julio mengatakan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan depan masih rawan terkoreksi. Namun, hal itu bisa jadi peluang untuk investor mengoleksi saham yang turun signifikan.

Saham rekomendasi pertama adalah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) karena secara umum tren bullish kemarin tertahan dengan kondisi sekarang ditambah koreksi.

"Namun kecenderungan sudah mendekati area support yang kuat di level 6.720, sementara beberapa hari ini cenderung bergerak ke atas jadi untuk medium term saham BBNI masih oke tapi untuk long term cenderung sideways malah sebenarnya," ujar Parningotan kepada MNC Portal Indonesia, Sabtu (27/11/2021).

Baca Juga: IHSG Sepekan Turun 2,36%, Dibayangi Aksi Profit Taking

Dengan menguji area support tersebut sebenarnya investor bisa untuk speculative buy karena resisten jadi lebih baik, 6.725 - 7.125 merupakan level yang masih cenderung naik.

"BBNI masih akan menguji level tertingginya di 7.570, tapi untuk sekarang saya rasa masih akan mendekati dulu atau menguji dulu resisten 7.125 tadi," katanya.



Selanjutnya dari emiten batu bara, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) pada perdagangan terakhir koreksi di 2.600. Menurut Parningotan, posisi sekarang relatif sudah mulai mendekati area support dari level 2.560 - 2.500, jadi dengan asumsi demikian support seperti sekarang bisa jadi area pembelian.

"Dengan harga batu bara yang sangat tinggi, seharusnya kinerja keuangan sudah cukup bagus PTBA, bisa dijadikan sebagai alternatif untuk buy on weakness," ujarnya.

Selanjutnya ada saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) yang pada perdagangan terakhir mengalami penguatan, bahkan proyeksi ke depan masih bisa menguat. Untuk sektor telekomunikasi, TLKM masih resilient dibanding saham yang lain seperti ISAT yang masih menguat, seperti menjadi defensif.
Halaman :
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1210 seconds (10.177#12.26)