Wall Street Rebound Usai Aksi Jual Imbas Virus Varian Baru Omicron

Selasa, 30 November 2021 - 07:26 WIB
loading...
A A A
Dia mendesak lebih banyak warga Amerika untuk divaksinasi dan memakai masker di dalam ruangan, dia juga mengatakan AS akan bekerja sama dengan perusahaan farmasi untuk membuat rencana darurat jika vaksin baru diperlukan.

Komentar dan indikasi dari perusahaan obat bahwa mereka menganggap serius varian itu meyakinkan investor yang cemas tentang potensi pembatasan Covid-19 lebih lanjut. Analis Pasar Senior di OANDA, Edward Moya mengatakan, penutupan perdagangan hari Jumat lalu adalah peristiwa de-risiko terbesar yang membuat pasar kembali terpuruk dan karena khawatir lockdown.

"Sekarang Anda mulai melihat ada optimisme ketika Anda mendengarkan Presiden, ketika Anda mendengarkan CEO Pfizer. Kepanikan Omicron mereda, dan kita memasuki periode menunggu dan melihat," katanya kepada Reuters.

Baca Juga: Cegah Penyebaran Omicron, Jepang Larang Masuk Pendatang Asing Baru

Pembuat vaksin seperti Pfizer, mitranya BioNTech serta saingan mereka Moderna dan Johnson & Johnson mengatakan Senin bahwa mereka sedang mengerjakan vaksin yang secara khusus menargetkan Omicron jika tembakan mereka yang ada tidak efektif terhadap varian.

Wakil kepala investasi kantor keluarga BMO di Minneapolis, Carol Schleif mengatakan kondisi ini tidak seperti awal pandemi lagi, yang juga mencatat bahwa setelah reaksi spontan Jumat, investor telah dilatih tahun ini untuk membeli penurunan.

"Orang-orang rela mengambil napas dalam-dalam dan mencoba menilai kembali, sedikit lebih sabar," ujarnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pemerintah AS Shutdown,...
Pemerintah AS Shutdown, Wall Street Masih Menguat Dibayangi Pengurangan Suku Bunga The Fed
Perang Dagang Guncang...
Perang Dagang Guncang Pasar Global, Begini Gerak IHSG dalam Sepekan
Tarif Trump Bikin Banyak...
Tarif Trump Bikin Banyak Bursa Saham Ambruk, Warren Buffett: Bukan Apa-apa
Minat Investor RI Tumbuh...
Minat Investor RI Tumbuh ke Pasar Global, Trading Saham AS dalam Genggaman
Wall Street Tumbang...
Wall Street Tumbang Imbas Tarif Trump, Ini Prediksi Bursa Saham RI Pekan Depan
Gentem Group Buka Cabang...
Gentem Group Buka Cabang Pertama di Jakarta, Fokus pada Lifelong Learning
Varian Covid-19 Nimbus...
Varian Covid-19 Nimbus Menyebar di 22 Negara, Ini Gejala dan Risiko yang Harus Diwaspadai
Mengenal Varian Baru...
Mengenal Varian Baru Covid-19 NB.1.8.1 yang Merebak di 22 Negara
WHO: NB.1.8.1 Varian...
WHO: NB.1.8.1 Varian Baru Covid-19, Menyebar ke 22 Negara Termasuk Asia Tenggara
Rekomendasi
Yamal Usul Duel Fisik...
Yamal Usul Duel Fisik Paredes vs Gavi Berlanjut di Ring Tinju
KPK Panggil Bupati Penajam...
KPK Panggil Bupati Penajam Paser Utara terkait Kasus Gratifikasi di Kukar
Integrasi Satuan Pendidikan,...
Integrasi Satuan Pendidikan, UIN Jakarta: Tak Bergantung pada Satu Putusan PTUN
Berita Terkini
Penetapan Pemasok Batu...
Penetapan Pemasok Batu Bara PLTU Jadi Kewenangan Penuh Ditjen Minerba
APBN Semester I 2026...
APBN Semester I 2026 Defisit Rp196,5 Triliun, Purbaya: Kinerja Fiskal Tetap Kuat
Bahlil Siap Atur Mekanisme...
Bahlil Siap Atur Mekanisme Izin Tambang Ormas Agama Pascaputusan MK
RUU PFII Lompatan Strategis...
RUU PFII Lompatan Strategis Kejar Ekonomi RI 8%, Purbaya Ungkap 3 Pilar Penopangnya
Lionel Express Hadirkan...
Lionel Express Hadirkan Solusi Distribusi Barang B2B ke Seluruh Indonesia
Perkuat Ekosistem Emas...
Perkuat Ekosistem Emas Nasional, Pegadaian Resmi Jadi Bagian Pendirian Indonesia Bullion Market Association (IBMA)
Infografis
Bisa Mematikan Manusia,...
Bisa Mematikan Manusia, Virus Baru dari Kelelawar Ditemukan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved