Suara Pengusaha Hotel dan Resto Saat PPKM Level 2 DKI Jakarta dan Munculnya Omicron

Selasa, 30 November 2021 - 09:26 WIB
loading...
Suara Pengusaha Hotel...
Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DKI Jakarta bersuara soal kenaikan PPKM Level 2 DKI Jakarta. Ditambah kemunculan varian baru covid-19 Omicron. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DKI Jakarta bersuara soal kenaikan PPKM Level 2 DKI Jakarta . Ditambah kemunculan varian baru covid-19 Omicron serta pengetatan mobilitas jelang Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Ketua Badan Pimpinan Daerah PHRI DKI Jakarta, Sutrisno Iwantono mengatakan, pembatasan oleh pemerintah ini akan berdampak pada sektor usaha, pihak PHRI meminta pemerintah untuk melakukan berbagai pelonggaran di sektor usaha dengan catatan protkes ketat.

“Tentunya virus omicron ini (nantinya) akan berdampak menurunkan mobilitas penduduk, tapi kan itu sudah di luar kemampuan kita (PHRI). Saya rasa sebagian negara sudah waspada dan banyak melakukan lockdown dan pada dasarnya kami memahami, pembatasan itu penting. Tapi ya kita juga pelaku usaha harus diberikan kelonggaran (asal prokes),” kata Ketua Badan Pimpinan Daerah PHRI DKI Jakarta Sutrisno Iwantono saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Selasa (30/11/2021).

Baca Juga: PPKM di Jabodetabek Naik Level 2, Makan di Warteg dan Restoran Dibatasi 60 Menit

Sebagai gantinya, pihak PHRI meminta pergerakan masyarakat atau mobilitas di dalam negeri perlu didorong dengan catatan protokol kesehatan di sektor usaha ditingkatkan.

“Sebenarnya yang ditakutkan dari luar, pengetatatan karantina bagi WNA sudah oke, jadi Industri pariwisata di indonesia perlu didorong, misal hotel dan cafe tidak terlalu banyak persyaratan ini itu, (pembatasan) dibantu didatangkan pengunjung. Kalau tidak ya nanti akan sama seperti kemarin bahkan mungkin lebih parah,” ujarnya.

Diterangkan bahwa kondisi restauran saat ini lebih baik dibanding hotel, meski okupansi hotel masih sangat terpukul terutama hotel-hotel kecil dan PHRI menyebutkan sangat butuh dukungan dari pemerintah.

“Jika tidak ada upaya membuat mereka hidup, misalnya pemerintah bisa mendatangkan tamu (pendatang), tolong jangan ada aturan-aturan yang terlalu ketat atau terlalu kaku,” paparnya.

Baca Juga: Ancaman Varian Baru Omicron Jelang Libur Nataru, Ini Pesan Luhut

Dengan demikian, PHRI menyebutkan Insentif, bantuan dari pemerintah sangat dibutukan jika kedepan pemerintah akan melakukan berbagai pengetatan.

“Insentif listrik misalnya ya. Itu menjadi bagian yang sangat berat untuk bayar listrik dan juga insentif upah SDM (tenaga kerja) kalau itu tidak diberikan insentif. Maka kita sangat terpukul. Setidaknya meringankan beban,” ujarnya.

Meski demikian pada dasarnya pihak PHRI akan terus menjalin komunikasi dengan pemerintah untuk bisa mengantisipasi dan mengatasi masalah PPKM level 3 di masa Nataru dan antisipasi virus Omicron.

“Kalau WNA (karantina) dari luar dan itu sudah bagus, tapi yang di dalam negeri harus didorong. Vaksinasi tahap ketiga dan juga pengetatan protokol kesehatan adalah kunci,” tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pegawai Hotel hingga...
Pegawai Hotel hingga Cafe Bakal Bebas Pajak Penghasilan, Efektif Dongkrak Ekonomi?
Long Weekend Iduladha:...
Long Weekend Iduladha: Diskon Melimpah, Tapi Hotel Masih Sepi Pengunjung
9 Restoran dan Peritel...
9 Restoran dan Peritel di AS Bangkrut, 15 Ribu Toko Bakal Tutup
Keluh Kesah Pengusaha...
Keluh Kesah Pengusaha usai Prabowo Ingin Hemat Anggaran Rp306 Triliun
PPN Naik Jadi 12%, Pengusaha...
PPN Naik Jadi 12%, Pengusaha Hotel dan Restoran Bunyikan Alarm Bahaya
Ekspansi, Kampung Kecil...
Ekspansi, Kampung Kecil Siap Buka Cabang ke-50 di Kota Kertabumi Karawang
Ramadan, The Margo Hotel...
Ramadan, The Margo Hotel Hadirkan Menu Buka Puasa Bercita Rasa Timur Tengah
Caviar dari Dapur Zero-Waste:...
Caviar dari Dapur Zero-Waste: Inovasi Kuliner Unik di Tepi Pantai Bali
Perhotelan Terimbas...
Perhotelan Terimbas Efisiensi Anggaran, PHRI: Pemerintah Harus Ambil Langkah Strategis
Rekomendasi
Bandung Jewellery Fair...
Bandung Jewellery Fair 2026 Dorong Industri Perhiasan Nasional
Demo Mahasiswa, Polisi...
Demo Mahasiswa, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas hingga Kerahkan Ribuan Pasukan
Kronologi Haji Bolot...
Kronologi Haji Bolot Dilarikan ke RS karena Serangan Jantung, Bermula dari Sesak Napas
Berita Terkini
IHSG Dibuka Perkasa...
IHSG Dibuka Perkasa Sentuh Level 5.960, Ada 380 Saham Berlari di Zona Hijau
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Infografis
7 Aturan Usaha Pariwisata...
7 Aturan Usaha Pariwisata dan Hiburan di Jakarta saat Ramadan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved