Dukung UMKM Naik Kelas, Menteri Teten Berharap pada BPD
Rabu, 01 Desember 2021 - 19:50 WIB
loading...
Menteri Teten Masduki saat mengunjungi UMKM di Tegal, Jawa Tengah. Foto/MPI
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, pendekatan kredit atau pembiayaan secara rantai pasok dapat menjadi salah satu skema pembiayaan kepada usaha mikro, kecil, dan menengah ( UMKM ). Teten pun berharap agar bank pembangunan daerah ( BPD ) dapat meningkatkan perannya buat UMKM.
Baca juga: Pemkab Lamandau Gelar Pelatihan Pengolahan Bisnis Kopi dan Barista Bagi UMKM
"BPD sebagai bank dengan mayoritas kepemilikan pemerintah daerah, dapat berperan terutama melalui penyaluran kredit kepada UMKM di wilayah operasi BPD, dengan mengoptimalkan kebijakan, peraturan, ekosistem pendukung yang telah ada, sebagai upaya bersama meningkatkan pemberdayaan UMKM," papar MenKopUKM di Jakarta, Rabu (1/12/2021).
Teten menambahkan, pembiayaan perbankan kepada UMKM menunjukkan perkembangan positif. Per Oktober 2021 tumbuh 2,97% (yoy), walaupun pangsa relatif stabil pada kisaran 19% dari total kredit perbankan (per Oktober sebesar 19,74%).
Namun, lanjut Teten, penyaluran kredit BPD secara keseluruhan didominasi untuk kredit konsumsi (70%), sedangkan kredit modal kerja sebesar 18% dan kredit investasi sebesar 12% (per Agustus 2021).
Berdasarkan sektor usaha, terbesar diberikan untuk sektor perdagangan (26,44%), diikuti sektor konstruksi (25,28%).
Baca juga: Pemkab Lamandau Gelar Pelatihan Pengolahan Bisnis Kopi dan Barista Bagi UMKM
"BPD sebagai bank dengan mayoritas kepemilikan pemerintah daerah, dapat berperan terutama melalui penyaluran kredit kepada UMKM di wilayah operasi BPD, dengan mengoptimalkan kebijakan, peraturan, ekosistem pendukung yang telah ada, sebagai upaya bersama meningkatkan pemberdayaan UMKM," papar MenKopUKM di Jakarta, Rabu (1/12/2021).
Teten menambahkan, pembiayaan perbankan kepada UMKM menunjukkan perkembangan positif. Per Oktober 2021 tumbuh 2,97% (yoy), walaupun pangsa relatif stabil pada kisaran 19% dari total kredit perbankan (per Oktober sebesar 19,74%).
Namun, lanjut Teten, penyaluran kredit BPD secara keseluruhan didominasi untuk kredit konsumsi (70%), sedangkan kredit modal kerja sebesar 18% dan kredit investasi sebesar 12% (per Agustus 2021).
Berdasarkan sektor usaha, terbesar diberikan untuk sektor perdagangan (26,44%), diikuti sektor konstruksi (25,28%).
Lihat Juga :