Jokowi Goda Menteri PUPR Buat Beli Sepatu Lokal

Kamis, 02 Desember 2021 - 10:15 WIB
loading...
Jokowi Goda Menteri PUPR Buat Beli Sepatu Lokal
Mengunjungi UMKM kerajinan lokal usai meresmikan Bendungan Tugu di Trenggalek, Jawa Timur, Presiden Jokowi sempat menggoda Menteri Basuki Hadimuljono. Foto/: BPMI Setpres/Laily Rachev
A A A
JAKARTA - Mengunjungi UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) kerajinan lokal usai meresmikan Bendungan Tugu di Trenggalek, Jawa Timur. Presiden Republik Indonesia Joko Widodo ( Jokowi ) dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono kompak membeli sepatu.

Baca Juga: Kunjungi Bali, Jokowi Tinjau Fasilitas dan Infrastruktur untuk KTT G20

Saat itu Presiden menggoda Menteri Basuki Hadimuljono untuk melihat-lihat dan membeli sepatu hasil dari produk lokal tersebut.

"Pak Menteri beli sepatunya, bagus tuh buat main drum, buat ke Mandalika juga, kita motor-motoran," ujar Presiden seperti dikutip dari akun Instagram resmi KemenPUPR, Kamis (2/12/2021).

Hal tersebut sontak membuat Menteri Basuki untuk melihat-lihat kerajinan sepatu yang akan di belinya. Lalu pilihan Menteri Basuki jatuh pada sepatu yang berwarna kuning.

"Iya Pak benar, nanti saya naik motor warna kuning ya," sambung Menteri Basuki.



Baca Juga: Jokowi Ingin Presidensi Indonesia di G20 Tak Sebatas Seremonial

Setelah mencoba memakainya akhirnya Menteri Basuki memutuskan untuk membeli sepatu bot kuning tersebut. Sementara Presiden Jokowi memilih dua pasang sepatu berwarna coklat tua dan hitam.

Sebagai informasi bendungan Tugu merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN). Bendungan ini memiliki kapasitas tampung sekitar 12,1 juta meter kubik antara lain untuk memenuhi kebutuhan daerah irigasi seluas 1.250 hektare (ha), penyediaan air baku sebesar 12 liter per detik, serta reduksi banjir sebesar 42.47 meter kubik per detik, dan memiliki potensi Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro sebesar 0,4 megawatt.

Bendungan Tugu dibangun sejak tahun 2014 hingga 2021 dengan anggaran senilai Rp1,69 triliun bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) yang dikerjakan oleh kontraktor PT. Wijaya Karya dan PT. APTA (KSO) dan PT. Nindya Karya dan PT. Minarta.
(akr)
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2069 seconds (11.210#12.26)