Rupiah dan Mata Uang Asia Lesu Darah saat Dolar AS Mulai Pulih
Kamis, 02 Desember 2021 - 10:37 WIB
loading...
A
A
A
Indeks dolar terhadap mata uang utamanya sempat menguat 0,1%. Greenback juga naik terhadap dolar Kanada, Australia dan Selandia Baru dan terhadap euro serta pound Inggris.
Analis melihat kondisi demikian membuat investor dan trader lebih dominan mengambil langkah untuk menghindari risiko dengan cara menarik dananya dari bursa saham (menjual sahamnya), sementara di pasar uang, investor akan akan menjual high yield currency. Kondisi ini disebut risk-off.
Baca juga: Lagi, Taliban Desak AS Cairkan Miliaran Dolar Aset Afghanistan
"Apa yang Anda lihat adalah langkah risk-off klasik di pasar FX dan itu berarti dolar mengungguli mata uang komoditas," kata Analis valuta asing, Erik Bregar, dilansir Reuters, Kamis (2/12/2021).
Pergeseran tersebut mensinyalir ada kerapuhan di sejumlah nilai tukar mata uang asing dari waktu ke waktu merespons asumsi dampak penyebaran varian Omicron dan langkah Gubernur Federal Reserve Jerome Powell yang dinilai bakal lebih cepat menaikkan suku bunga AS.
Analis melihat kondisi demikian membuat investor dan trader lebih dominan mengambil langkah untuk menghindari risiko dengan cara menarik dananya dari bursa saham (menjual sahamnya), sementara di pasar uang, investor akan akan menjual high yield currency. Kondisi ini disebut risk-off.
Baca juga: Lagi, Taliban Desak AS Cairkan Miliaran Dolar Aset Afghanistan
"Apa yang Anda lihat adalah langkah risk-off klasik di pasar FX dan itu berarti dolar mengungguli mata uang komoditas," kata Analis valuta asing, Erik Bregar, dilansir Reuters, Kamis (2/12/2021).
Pergeseran tersebut mensinyalir ada kerapuhan di sejumlah nilai tukar mata uang asing dari waktu ke waktu merespons asumsi dampak penyebaran varian Omicron dan langkah Gubernur Federal Reserve Jerome Powell yang dinilai bakal lebih cepat menaikkan suku bunga AS.
(ind)
Lihat Juga :