Luhut Ajak Kadin Siapkan Langkah Kongkret Genjot Investasi
Sabtu, 04 Desember 2021 - 07:54 WIB
loading...
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan meminta Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia untuk terlibat dalam menggali sektor investasi di Indonesia. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan meminta Kamar Dagang dan Industri ( Kadin ) Indonesia untuk terlibat dalam menggali sektor investasi di Indonesia.
Menko Luhut menegaskan pihak Kadin disarankan menggali investasi karena dengan menjaga investasi tetap stabil diyakini mampu menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi sepanjang 2021.
"Saya ingin pihak kamar dagang (kadin) bisa lebih terlibat lagi. Saya sudah sampaikan ke Pak Arsyjad ayok kita bersama untuk gencarkan investasi. Jadi setiap kami pergi dan akan ajak teman-teman agar langkahnya langsung konkret," kata Menko Luhut saat jadi pembicara kunci di Rapimnas Kadin di Bali, Jumat (3/12/2021).
Baca Juga: Turis Asing di RI Cuma Rogoh Rp1,7 Juta/Malam, Luhut: Kalah dari Malaysia
Adapun diterangkan kinerja investasi tetap stabil dan mampu menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi sepanjang 2021. Hingga Q3-2021, pertumbuhan investasi lebih tinggi dari pertumbuhan Produk domestik bruto (PDB) nasional.
Menko Luhut menegaskan pihak Kadin disarankan menggali investasi karena dengan menjaga investasi tetap stabil diyakini mampu menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi sepanjang 2021.
"Saya ingin pihak kamar dagang (kadin) bisa lebih terlibat lagi. Saya sudah sampaikan ke Pak Arsyjad ayok kita bersama untuk gencarkan investasi. Jadi setiap kami pergi dan akan ajak teman-teman agar langkahnya langsung konkret," kata Menko Luhut saat jadi pembicara kunci di Rapimnas Kadin di Bali, Jumat (3/12/2021).
Baca Juga: Turis Asing di RI Cuma Rogoh Rp1,7 Juta/Malam, Luhut: Kalah dari Malaysia
Adapun diterangkan kinerja investasi tetap stabil dan mampu menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi sepanjang 2021. Hingga Q3-2021, pertumbuhan investasi lebih tinggi dari pertumbuhan Produk domestik bruto (PDB) nasional.
Lihat Juga :