Enam Usaha Terpilih sebagai Pemenang Program Inkubator UNDP dan Citi Foundation
Rabu, 08 Desember 2021 - 20:54 WIB
loading...
A
A
A
Sophie Kemkhadze, Wakil Kepala Perwakilan UNDP Indonesia mengungkapkan UNDP percaya bahwa pelibatan kaum muda sangat penting dalam mendorong inovasi dan kewirausahaan sosial yang berkontribusi dalam pembangunan dan pertumbuhan ekonomi yang selaras dengan SDGs.
“Program Youth Co:Lab merupakan salah satu upaya UNDP mendorong pengembangan ekosistem kewirasuhaan muda di berbagai daerah di Indonesia dan memastikan bahwa tidak ada yang tertinggal (no one left behind) dalam proses pembangunan yang inklusif dan berkeadilan,” kata Sophie.
Imam Gunawan, Asisten Deputi Kewirausahaan Pemuda, Kemenpora mengatakan bahwa Kemenpora mendukung dan mendorong perkembangan ekosistem kewirausahaan pemuda di Indonesia salah satunya melalui Youth Co:Lab yang dijalankan UNDP bersama dengan Citi Foundation.
“Bersama-sama kita bangun dan kobarkan semangat berwirausaha di tengah-tengah para pemuda Indonesia, terkhusus di momen pandemi ini sebagai sebuah titik balik bagi perekonomian Indonesia,” kata Imam.
Final pitching 10 finalis Youth Co:Lab dilangsungkan bersama dengan Tech in Asia (TIA) yang dihadiri oleh panel juri yang merupakan investor, praktisi bisnis, dan pemerintah. Di antaranya Awang Dhewangga dari UMG IdeaLab Indonesia, Dzikro dari Kemenpora, dan Ossy Indra Wardhani dari GDP Venture.
“Kami merasa bangga dengan kesempatan yang diberikan khususnya menjadi perwakilan dari Kalimatan Timur. Semua materi dan pembelajaran sangat berguna agar bisnis dan dampak sosial yang diberikan lebih baik lagi,” kata Flora, founder The Rainbow English Centre, salah satu pemenang Youth Co:Lab 2021.
Para pemenang berkesempatan mewakili Indonesia pada Youth Co:Lab Asia-Pacific Summit 2022. Acara yang mempertemukan wirausaha muda, perwakilan bisnis, dan perwakilan pemerintah dalam membangun lingkungan yang mendukung inovasi dan kewirausahaan sosial pemuda. Para partisipan akan menyampaikan ide-ide mereka pada audiens di Asia Pasifik.
“Program Youth Co:Lab merupakan salah satu upaya UNDP mendorong pengembangan ekosistem kewirasuhaan muda di berbagai daerah di Indonesia dan memastikan bahwa tidak ada yang tertinggal (no one left behind) dalam proses pembangunan yang inklusif dan berkeadilan,” kata Sophie.
Imam Gunawan, Asisten Deputi Kewirausahaan Pemuda, Kemenpora mengatakan bahwa Kemenpora mendukung dan mendorong perkembangan ekosistem kewirausahaan pemuda di Indonesia salah satunya melalui Youth Co:Lab yang dijalankan UNDP bersama dengan Citi Foundation.
“Bersama-sama kita bangun dan kobarkan semangat berwirausaha di tengah-tengah para pemuda Indonesia, terkhusus di momen pandemi ini sebagai sebuah titik balik bagi perekonomian Indonesia,” kata Imam.
Final pitching 10 finalis Youth Co:Lab dilangsungkan bersama dengan Tech in Asia (TIA) yang dihadiri oleh panel juri yang merupakan investor, praktisi bisnis, dan pemerintah. Di antaranya Awang Dhewangga dari UMG IdeaLab Indonesia, Dzikro dari Kemenpora, dan Ossy Indra Wardhani dari GDP Venture.
“Kami merasa bangga dengan kesempatan yang diberikan khususnya menjadi perwakilan dari Kalimatan Timur. Semua materi dan pembelajaran sangat berguna agar bisnis dan dampak sosial yang diberikan lebih baik lagi,” kata Flora, founder The Rainbow English Centre, salah satu pemenang Youth Co:Lab 2021.
Para pemenang berkesempatan mewakili Indonesia pada Youth Co:Lab Asia-Pacific Summit 2022. Acara yang mempertemukan wirausaha muda, perwakilan bisnis, dan perwakilan pemerintah dalam membangun lingkungan yang mendukung inovasi dan kewirausahaan sosial pemuda. Para partisipan akan menyampaikan ide-ide mereka pada audiens di Asia Pasifik.
(dar)
Lihat Juga :