IFSoc Ramal Indonesia Kebanjiran Startup Baru di 2022
Kamis, 09 Desember 2021 - 21:44 WIB
loading...
A
A
A
Dia menilai strategi bisnis unicorn dengan melakukan metode 'bakar uang' saat ini perlahan ditinggalkan. Pasalnya, banyak perusahaan rintisan baru yang justru berlomba agar bisa meraup profit. "Karena kalau diamati, sekarang itu para investor sudah mulai fokus ke masalah cashflow," papar pria berkacamata itu.
Saat ini Indonesia memiliki delapan unicorn yang bervaluasi di atas USD1 miliar dan menduduki posisi kedua sebagai negara dengan unicorn terbanyak di ASEAN. Di mana, empat diantaranya baru muncul pada tahun 2021 yakni J&T Express, Onlinepajak, Xendit, dan Ajaib.
Baca juga: Menko Airlangga Pamer RI Punya 8 Unicorn dan 1 Decacorn
Selain itu, merger yang terjadi antara Gojek dan Tokopedia (GoTo) merupakan langkah strategis yang akan berdampak pada penguatan ekosistem digital. Hal itu seiring dengan IPO Bukalapak yang disebut-sebut sebagai penggalangan dana terbesar dalam sejarah bursa dengan dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp21,9 triliun.
Sehingga, ke depannya IPO dinilai akan menjadi alternatif diversifikasi dan penggalangan modal startup. Apalagi, OJK juga telah mengeluarkan aturan terkait kebijakan multiple voting share (MVS) yang akan berdampak positif sebagai upaya mengakomodir startup unicorn untuk bisa melakukan IPO di lantai bursa.
Saat ini Indonesia memiliki delapan unicorn yang bervaluasi di atas USD1 miliar dan menduduki posisi kedua sebagai negara dengan unicorn terbanyak di ASEAN. Di mana, empat diantaranya baru muncul pada tahun 2021 yakni J&T Express, Onlinepajak, Xendit, dan Ajaib.
Baca juga: Menko Airlangga Pamer RI Punya 8 Unicorn dan 1 Decacorn
Selain itu, merger yang terjadi antara Gojek dan Tokopedia (GoTo) merupakan langkah strategis yang akan berdampak pada penguatan ekosistem digital. Hal itu seiring dengan IPO Bukalapak yang disebut-sebut sebagai penggalangan dana terbesar dalam sejarah bursa dengan dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp21,9 triliun.
Sehingga, ke depannya IPO dinilai akan menjadi alternatif diversifikasi dan penggalangan modal startup. Apalagi, OJK juga telah mengeluarkan aturan terkait kebijakan multiple voting share (MVS) yang akan berdampak positif sebagai upaya mengakomodir startup unicorn untuk bisa melakukan IPO di lantai bursa.
(ind)
Lihat Juga :