Sawit Minyak Nabati Berkelanjutan Terbesar di Dunia
Jum'at, 10 Desember 2021 - 15:05 WIB
loading...
A
A
A
Selanjutnya, ia menambahkan kepemilikan lahan perkebunan kelapa sawit Asian Agri (kebun inti) seluas 100.000 ha, serta telah bermitra dengan petani sawit dengan model skim plasma seluas 60.000 ha, dan model kemitraan dengan petani swadaya mencapai 42.000 ha. “Perkebunan kelapa sawit yang kami kelola tersebar di tiga wilayah yaitu Sumatera Utara, Riau dan Jambi,” tambah Bernard.
(Baca juga:Kampanye Negatif Minyak Sawit Makin Masif, Harus Jadi Perhatian Serius!)
Tak hanya memenuhi aspek praktik sawit berkelanjutan dalam proses budidaya di perkebunan kelapa sawitnya, Asian Agri juga memiliki tingkat produksi kelapa sawit yang cukup tinggi dibanding produktifitas rata-rata perkebunan kelapa sawit global. Produktifitas rata-rata kebun sawit Asian Agri mencapai 5,38 ton/ha/tahun.
“Angka ini bahkan memiliki tingkat produktifitas yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan produktifitas minyak nabati lainnya seperti rapeseed yang hanya 0,7 ton/ha/tahun, minyak bunga matahari sekitar 0,52 ton/ha/tahun dan kedelai hanya 0,45 “ imbuh Bernard.
Pada kesempatan yang sama, praktik keberlanjutan dalam menjalankan bisnis di sektor perkebunan kelapa sawit juga diungkapkan, Direktur PT Astra Agro Lestari Tbk., M Hadi Sugeng. Praktik sawit berkelanjutan telah dilakukan semenjak 2011 lalu sesuai kebijakan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).
(Baca juga:Indonesia Masih Jadi Eksportir Minyak Sawit Terbesar di Dunia)
(Baca juga:Kampanye Negatif Minyak Sawit Makin Masif, Harus Jadi Perhatian Serius!)
Tak hanya memenuhi aspek praktik sawit berkelanjutan dalam proses budidaya di perkebunan kelapa sawitnya, Asian Agri juga memiliki tingkat produksi kelapa sawit yang cukup tinggi dibanding produktifitas rata-rata perkebunan kelapa sawit global. Produktifitas rata-rata kebun sawit Asian Agri mencapai 5,38 ton/ha/tahun.
“Angka ini bahkan memiliki tingkat produktifitas yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan produktifitas minyak nabati lainnya seperti rapeseed yang hanya 0,7 ton/ha/tahun, minyak bunga matahari sekitar 0,52 ton/ha/tahun dan kedelai hanya 0,45 “ imbuh Bernard.
Pada kesempatan yang sama, praktik keberlanjutan dalam menjalankan bisnis di sektor perkebunan kelapa sawit juga diungkapkan, Direktur PT Astra Agro Lestari Tbk., M Hadi Sugeng. Praktik sawit berkelanjutan telah dilakukan semenjak 2011 lalu sesuai kebijakan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).
(Baca juga:Indonesia Masih Jadi Eksportir Minyak Sawit Terbesar di Dunia)
Lihat Juga :