Emiten Baja Nasional Ini Target Raih Laba Rp773,24 Miliar di 2021
Jum'at, 10 Desember 2021 - 19:54 WIB
loading...
A
A
A
Lanjut Harianto menerangkan, GGRP percaya peningkatan ekonomi akan disokong rencana pengeluaran pemerintah dan anggaran infrastrukur yang terus bertumbuh, serta adanya katalis berupa proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan.
“Perseroan juga optimistis akan prospek industri baja domestik yang diakibatkan pembatasan produksi baja Tiongkok dan peningkatan harga energi dunia. Kami melihat hal ini sebagai peluang untuk menjadi pemain baja ekspor,” jelasnya.
Sedangkan Fedaus menjelaskan, bahwa Perseroan menunjukkan komitmen terhadap inisiatif hijau atau ESG dan mendukung pemerintah dalam Tujuan Perkembangan Berkelanjutan. Dalam hal ini, GGRP menjadi perusahaan baja pertama di Indonesia yang membeli karbon kredit berkualitas melalui Climate Impact X.
“Perseroan juga menggarisbawahi beberapa kerangka peraturan mengenai pasar karbon di Indonesia dan mengimbau industri baja untuk melakukan eksplorasi teknologi dan pembuatan roadmap keberlanjutan perseroan, untuk mendukung rencana aksi nasional pemerintah terkait perubahan iklim,” kata Fedaus.
Sementara Biplab Kumar Dutta mengatakan, GGRP menggunakan empat kerangka basis aksi dalam menjalankan strategi hijau dan dekarbonisasi. Yaitu melalui optimalisasi operasi inti, gerakan reduce and recycle, akselerasi pengurangan karbon serta kerja sama berkelanjutan.
"Dalam basis aksi ini, GGRP juga melakukan aksi nyata seperti pengoperasian pabrik baru Light Section Mill (LSM) pada semester pertama 2022, penggunaan fasilitas manajemen limbah, dan komitmen untuk terus mengaplikasi teknologi terbaik di bidangnya,” jelasnya.
“Perseroan juga optimistis akan prospek industri baja domestik yang diakibatkan pembatasan produksi baja Tiongkok dan peningkatan harga energi dunia. Kami melihat hal ini sebagai peluang untuk menjadi pemain baja ekspor,” jelasnya.
Sedangkan Fedaus menjelaskan, bahwa Perseroan menunjukkan komitmen terhadap inisiatif hijau atau ESG dan mendukung pemerintah dalam Tujuan Perkembangan Berkelanjutan. Dalam hal ini, GGRP menjadi perusahaan baja pertama di Indonesia yang membeli karbon kredit berkualitas melalui Climate Impact X.
“Perseroan juga menggarisbawahi beberapa kerangka peraturan mengenai pasar karbon di Indonesia dan mengimbau industri baja untuk melakukan eksplorasi teknologi dan pembuatan roadmap keberlanjutan perseroan, untuk mendukung rencana aksi nasional pemerintah terkait perubahan iklim,” kata Fedaus.
Sementara Biplab Kumar Dutta mengatakan, GGRP menggunakan empat kerangka basis aksi dalam menjalankan strategi hijau dan dekarbonisasi. Yaitu melalui optimalisasi operasi inti, gerakan reduce and recycle, akselerasi pengurangan karbon serta kerja sama berkelanjutan.
"Dalam basis aksi ini, GGRP juga melakukan aksi nyata seperti pengoperasian pabrik baru Light Section Mill (LSM) pada semester pertama 2022, penggunaan fasilitas manajemen limbah, dan komitmen untuk terus mengaplikasi teknologi terbaik di bidangnya,” jelasnya.
(akr)
Lihat Juga :