Emiten Baja Nasional Ini Target Raih Laba Rp773,24 Miliar di 2021
Jum'at, 10 Desember 2021 - 19:54 WIB
loading...
A
A
A
Sementara untuk performa operasional, imbuhnya hingga triwulan ketiga 2021, GGRP memproduksi baja curah (crude steel) 430 ribu ton atau meningkat 27,7% pada periode yang sama tahun lalu. Perusahaan juga mencatatkan penurunan volume produksi dan volume penjualan 12,7% dan 26,2%.
“Penurunan ini terkait strategi Perseroan dalam melakukan kontrol ketat dan selektif terhadap penetapan harga beli bahan baku dan harga jual barang jadi, guna memaksimalkan profitabilitas,” kata dia.
Selain mengenai performa keuangan dan operasional, jajaran direksi juga menjelaskan mengenai hal penting lain mengenai perseroan. Seperti napak tilas perseroan, tesis pertumbuhan serta rencana investasi perseroan, termasuk perkembangan strategi bisnis dan inisiatif ESG.
Termasuk produk-produk GGRP yang telah tersertifikasi, baik secara lokal maupun internasional, serta komitmen untuk terus memenuhi kebutuhan pasar.
Baca Juga: Industri Baja Domestik Mulai Bangkit, GRP Raup Laba Bersih USD7.40 Juta
Sementara Harianto menjelaskan mengenai progres transformasi digital perseroan. Antara lain berupa implementasi sistem ERP SAP serta penandatanganan kerjasama dengan HR cloud based software, Darwinbox. “Selain itu, GGRP juga terus berkontribusi pada komunitas sekitar, melalui program GRP Peduli,” kata Harianto.
Harianto juga memaparkan, beberapa tesis pertumbuhan dan rencana investasi dimana pada 2022, ekonomi Indonesia diprediksi tumbuh 5,9% oleh IMF yang melampaui pertumbuhan ekonomi dunia 4,9%.
“Penurunan ini terkait strategi Perseroan dalam melakukan kontrol ketat dan selektif terhadap penetapan harga beli bahan baku dan harga jual barang jadi, guna memaksimalkan profitabilitas,” kata dia.
Selain mengenai performa keuangan dan operasional, jajaran direksi juga menjelaskan mengenai hal penting lain mengenai perseroan. Seperti napak tilas perseroan, tesis pertumbuhan serta rencana investasi perseroan, termasuk perkembangan strategi bisnis dan inisiatif ESG.
Termasuk produk-produk GGRP yang telah tersertifikasi, baik secara lokal maupun internasional, serta komitmen untuk terus memenuhi kebutuhan pasar.
Baca Juga: Industri Baja Domestik Mulai Bangkit, GRP Raup Laba Bersih USD7.40 Juta
Sementara Harianto menjelaskan mengenai progres transformasi digital perseroan. Antara lain berupa implementasi sistem ERP SAP serta penandatanganan kerjasama dengan HR cloud based software, Darwinbox. “Selain itu, GGRP juga terus berkontribusi pada komunitas sekitar, melalui program GRP Peduli,” kata Harianto.
Harianto juga memaparkan, beberapa tesis pertumbuhan dan rencana investasi dimana pada 2022, ekonomi Indonesia diprediksi tumbuh 5,9% oleh IMF yang melampaui pertumbuhan ekonomi dunia 4,9%.
Lihat Juga :