Banyak Sinyal Positif, Ekonomi RI Siap Lepas Landas ke Kenormalan Baru

Jum'at, 10 Desember 2021 - 22:16 WIB
loading...
A A A
Sementara di sektor perbankan, likuiditi menghijau yang berarti semuanya membukukan profit. Risiko kredit juga sudah bisa dikelola serta likuiditas sangat memadai.

“CAR kita tinggi sekali 25,24 yang berarti tidak ada isu dengan capital dan risiko perbankan kita. Dan tidak ada masalah likuiditas di bank-bank kita. Semuanya on track karena kita berada di posisi recovery,” tandasnya.

Baca juga: Kasus Covid-19 Bertambah 192 Sehari, Jawa Barat Tertinggi

Sementara itu, sepanjang kuartal III/2021, Perbarindo mencatat bahwa perekonomian global mengalami perbaikan. Hal itu terlihat dari indikator Purchasing Managers Index (PMI) global pada Juli, Agustus, September 2021 yang mencapai lebih dari 50.

Lalu harga komoditas makanan dan komoditas hasil tambang di pasar internasional mengalami peningkatan baik secara (q-to-q) maupun (y-on-y). Sementara itu ekonomi beberapa mitra dagang Indonesia, di periode yang sama, juga menunjukan pertumbuhan positif.

Menurut Ketua DPP Perbarindo Joko Suyanto, keberhasilan pemerintah Indonesia dalam mengendalikan pandemi Covid-19 memberikan optimisme bagi seluruh pelaku bisnis dan usaha. “Ini jadi momentum bagi industri BPR-BPRS menatap masa depan Indonesia yang lebih baik,” ujarnya.

Dia meyampaikan bahwa optimisme itu juga dikarenakan Indonesia akan menutup tahun 2021 dengan pertumbuhan ekonomi yang positif dan tahun 2022 diproyeksikan ekonomi Indonesia akan tumbuh positif menjadi 5,2%.

Joko mengakui pandemi berpengaruh pada kinerja BPR-BPRS. Pertumbuhan aset, DPK, dan kredit/pembiayaan melandai sejak awal pandemi. Alhasil industri BPR-BPRS juga semakin selektif dalam penyaluran kredit/pembiayaan. Ekonomi yang melambat telah mempengaruhi demand terhadap produk dan jasa yang ditawarkan BPR-BPRS.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sektor Industri Bermasalah,...
Sektor Industri Bermasalah, RI Rawan Disalip Vietnam Jadi Negara Berpenghasilan Tinggi
Mengapa Sensus Ekonomi...
Mengapa Sensus Ekonomi Masih Dilakukan dari Pintu ke Pintu?
Gelombang PHK Ancam...
Gelombang PHK Ancam Industri Strategis, Regulasi yang Menggerus Daya Saing Harus Ditinjau Ulang
Inflasi Juni 2026 Capai...
Inflasi Juni 2026 Capai 3,34%, Harga BBM dan Tiket Pesawat Jadi Pendorong
Merger Enam BPR Dapat...
Merger Enam BPR Dapat Restu OJK, Lintas 5 Provinsi di Sumatera
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Jadi Navigasi Pembangunan Nasional
FSP BUMN Bersatu Sebut...
FSP BUMN Bersatu Sebut Gelombang PHK Cerminkan Persoalan Struktural Ekonomi Nasional
Prabowo: Selat Hormuz...
Prabowo: Selat Hormuz Ditutup, Kita Percaya Diri Mampu Mengatasi
Fuad Bawazier: Isu Ganti...
Fuad Bawazier: Isu Ganti Purbaya bukan Fakta, tapi Perlawanan terhadap Paradigma Baru
Rekomendasi
Nahdlatul Ulama dan...
Nahdlatul Ulama dan Kesejahteraan Sosial
KGSB dan Prodi Ilmu...
KGSB dan Prodi Ilmu Komunikasi UAI Perkuat Kapasitas Guru Lewat Public Relations Workshop
Skandal Piala Dunia...
Skandal Piala Dunia 2026, Parlemen Eropa Minta Presiden FIFA Gianni Infantino Diinvestigasi
Berita Terkini
Didukung BPDP dan Ditjenbun,...
Didukung BPDP dan Ditjenbun, AKPY Percepat Transfer Teknologi ke Pekebun Sawit Morowali
Prabowo Luncurkan BBM...
Prabowo Luncurkan BBM Baru B50 Pertama di Indonesia
Hyundai Kunjungi iNews...
Hyundai Kunjungi iNews Media Group, Perkuat Sinergi dan Jajaki Peluang Kolaborasi Strategis
Riset Terbaru Novo Nordisk:...
Riset Terbaru Novo Nordisk: Wegovy Dosis Tinggi Efektif Pangkas Berat Badan
Kedok Perusahaan Cangkang...
Kedok Perusahaan Cangkang Miliarder Prancis Berharta Rp2.724 Triliun Terbongkar, Alat Sunat Pajak?
Hadir IndoBuildTech...
Hadir IndoBuildTech 2026,AM MortarBangun Interaksi dengan Pelanggan
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved