Erick Thohir Ditantang Komisaris BUMN Rp1 Miliar, Pengamat: Tidak Elok
Senin, 13 Desember 2021 - 14:00 WIB
loading...
A
A
A
Ibarat bapak kepada anak, kata Varhan, Erick memberikan prediksi negatif itu justru agar manajemen PT KS segera bertindak secara rasional dan optimistis. “Itu maksudnya agar manajemen PT KS segera mencari cara terbaik untuk tetap tegak berdiri dan kembali menjadi kebanggaan warga negeri,” kata Varhan, Senin (13/12/2021).
Ia juga mengingatkan, sebagai Menteri BUMN, Erick Thohir tentu memiliki data yang valid yang mendasari keprihatinannya hingga keluar pernyataan tersebut.
Varhan bahkan sangat yakin kalau semua langkah Erick tersebut mencerminkan kehendak Presiden Jokowi untuk menyehatkan perusahaan-perusahaan negara alias BUMN, yang selama sekian lama senantiasa menjadi sapi perahan hingga membuat kinerja mereka tidak sehat.
Varhan mengingatkan bahwa di depan 20 direktur utama BUMN terpilih di Hotel Inata, Labuan Bajo, NTT, pertengahan Oktober lalu, Presiden Jokowi dengan tegas meminta agar para pimpinan BUMN semakin profesional, transparan, dan akuntabel dalam kerja-kerja perusahaan.
Bahkan, di tengah persaingan ekonomi global yang terbuka serta kondisi dilingkup pandemi, perusahaan BUMN diminta Jokowi terus bertransformasi tanpa henti.
Seraya mengingatkan bahwa pengarahan presiden di depan 20 CEO BUMN terpilih, yakni Pertamina, PTPN, Krakatau Steel, Pupuk Indonesia, Bio Farma, IFG, Perhutani, Pembangunan Perumahan (PP), Pemodalan Nasional Madani, dan Semen Indonesia.
Lalu disusul dengan PT Telkom, Bank Mandiri, Pelindo, Bank BNI, PT KAI, Telkomsel, Bank BTN, Bank BSI, Bank BRI, dan PT ASDP, itu juga merupakan apresiasi Presiden atas pencapaian transformasi yang telah dijalankan perusahaan-perusahaan tersebut.
“Nah, Menteri BUMN tentu ingin agar perusahaan-perusahaan BUMN bisa meraih hasil terbaik dalam nilai profit perusahaan, berdampak sosial tinggi bagi masyarakat, dan punya rencana pengembangan positif ke depan. Itu yang mendasari keluarnya pernyataan berupa prediksi negatif tersebut,” kata Varhan.
Ia juga mengingatkan, sebagai Menteri BUMN, Erick Thohir tentu memiliki data yang valid yang mendasari keprihatinannya hingga keluar pernyataan tersebut.
Varhan bahkan sangat yakin kalau semua langkah Erick tersebut mencerminkan kehendak Presiden Jokowi untuk menyehatkan perusahaan-perusahaan negara alias BUMN, yang selama sekian lama senantiasa menjadi sapi perahan hingga membuat kinerja mereka tidak sehat.
Varhan mengingatkan bahwa di depan 20 direktur utama BUMN terpilih di Hotel Inata, Labuan Bajo, NTT, pertengahan Oktober lalu, Presiden Jokowi dengan tegas meminta agar para pimpinan BUMN semakin profesional, transparan, dan akuntabel dalam kerja-kerja perusahaan.
Bahkan, di tengah persaingan ekonomi global yang terbuka serta kondisi dilingkup pandemi, perusahaan BUMN diminta Jokowi terus bertransformasi tanpa henti.
Seraya mengingatkan bahwa pengarahan presiden di depan 20 CEO BUMN terpilih, yakni Pertamina, PTPN, Krakatau Steel, Pupuk Indonesia, Bio Farma, IFG, Perhutani, Pembangunan Perumahan (PP), Pemodalan Nasional Madani, dan Semen Indonesia.
Lalu disusul dengan PT Telkom, Bank Mandiri, Pelindo, Bank BNI, PT KAI, Telkomsel, Bank BTN, Bank BSI, Bank BRI, dan PT ASDP, itu juga merupakan apresiasi Presiden atas pencapaian transformasi yang telah dijalankan perusahaan-perusahaan tersebut.
“Nah, Menteri BUMN tentu ingin agar perusahaan-perusahaan BUMN bisa meraih hasil terbaik dalam nilai profit perusahaan, berdampak sosial tinggi bagi masyarakat, dan punya rencana pengembangan positif ke depan. Itu yang mendasari keluarnya pernyataan berupa prediksi negatif tersebut,” kata Varhan.
Lihat Juga :