China dan AS Bakal Memanas, Muncul Larangan Impor dari Wilayah Uighur

Minggu, 19 Desember 2021 - 03:16 WIB
loading...
China dan AS Bakal Memanas,...
Kongres AS (Amerika Serikat) telah mengeluarkan Undang-undang yang mengharuskan perusahaan untuk membuktikan bahwa barang-barang yang diimpor dari wilayah Xinjiang China tidak diproduksi dengan kerja paksa. Foto/Dok
A A A
WASHINGTON - Kongres AS (Amerika Serikat) telah mengeluarkan Undang-undang yang mengharuskan perusahaan AS untuk membuktikan bahwa barang-barang yang diimpor dari wilayah Xinjiang China tidak diproduksi dengan kerja paksa.

AS menuduh China melakukan genosida dalam penindasannya terhadap minoritas Uighur yang didominasi kaum Muslim di sana. Sementara itu China telah berulang kali menepis tuduhan tersebut.

Baca Juga: Pengadilan Independen Inggris: China Lakukan Genosida terhadap Uighur

RUU baru ini langsung memicu kritikan dari perusahaan-perusahaan besar yang melakukan bisnis di daerah tersebut, termasuk Coca-Cola, Nike dan Apple.

Undang-Undang Pencegahan Tenaga Kerja Paksa Uighur, seperti yang diketahui secara resmi, saat ini menuju ke meja Presiden Joe Biden untuk ditandatangani menjadi undang-undang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Teluk Kembali Memanas,...
Teluk Kembali Memanas, China Siaga Jaga Produksi BBM Tetap Tinggi
Industri Plastik Tertekan...
Industri Plastik Tertekan Impor Murah China, Pabrik Mulai Pangkas Jam Kerja
Rahasia Industri Logam...
Rahasia Industri Logam Tanah Jarang China Dibongkar Ilmuwan, AS-Jepang Pegang Kunci Mineral Langka!
Duo Zou Bersaudara Asal...
Duo Zou Bersaudara Asal China Mendadak Jadi Miliarder Gara-gara Robot Humanoid, Begini Kisahnya
Krisis Keuangan, PBB...
Krisis Keuangan, PBB Terancam Bangkrut
TikTok soal Kabar PHK...
TikTok soal Kabar PHK 90% Karyawan Tokopedia: Ini Bukan Keputusan Mudah
Satu Dekade Laut China...
Satu Dekade Laut China Selatan: Stabilitas Kawasan Ketimbang Kontestasi
Siapa Zhang Zhidong?...
Siapa Zhang Zhidong? Warga China yang Dituduh sebagai Raja Fentanyl Meksiko
Persaingan Memanas,...
Persaingan Memanas, China Membangun Replika Kapal Perang AS untuk Latihan Tembak Rudal
Rekomendasi
Betrand Peto Akui Tak...
Betrand Peto Akui Tak Tahu Ada Petisi Boikot Sarwendah, Fokus Garap Lagu Baru
Pakar Militer Ini Prediksi...
Pakar Militer Ini Prediksi Serangan AS Tak Mampu Lumpuhkan Militer Iran yang Menguasai Selat Hormuz
Kronologi JPO Tendean...
Kronologi JPO Tendean Ditabrak Truk Pengangkut Alat Berat hingga Nyaris Ambruk
Berita Terkini
Purbaya Cerita Momen...
Purbaya Cerita Momen Bertemu S&P untuk Pertahankan Peringkat Utang RI
Tokenisasi ETF Buka...
Tokenisasi ETF Buka Akses Lebih Mudah Investasi S&P 500 dan Nasdaq
Pemerintah Targetkan...
Pemerintah Targetkan Seluruh SPBU Jual B50 Mulai Oktober 2026
Kilau Emas Antam Meredup,...
Kilau Emas Antam Meredup, Hari Ini Turun Lagi Rp20.000 per Gram
TikTok Tingkatkan Transparansi...
TikTok Tingkatkan Transparansi AI, Alokasikan USD4 Juta untuk Program Edukasi
Dibuka Menguat 0,33%,...
Dibuka Menguat 0,33%, IHSG Berbalik Melemah di Menit Pertama
Infografis
Pete Hegseth, Menteri...
Pete Hegseth, Menteri Perang AS yang Dikenal Rasis, Radikal, dan Pemabuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved