Rupiah Bergerak Melemah Jelang Pertemuan The Fed
Selasa, 09 Juni 2020 - 10:37 WIB
loading...
A
A
A
Melansir dari Reuters, investor sedang mempertimbangkan kemungkinan peningkatan pembelian obligasi dan pandangan dovish dari The Fed. Hasil data pekerjaan AS bulan Mei yang meningkat 2,5 juta membuat investor tidak yakin The Fed akan menurunkan suku bunga.
Kenaikan data tenaga kerja AS dan angka ekspor China bulan lalu yang lebih kuat dari perkiraan mendorong kepercayaan pasar soal pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19.
"Ekonomi global memang hancur akibat pandemi tetapi tidak seburuk yang diperkirakan. Saya pikir ini adalah kuncinya," ujar analis valuta asing di Westpac Foreign Exchange Imre Speizer di Auckland, Selandia Baru.
Melansir dari CNBC, indeks dolar AS yang mengukur kinerja greenback terhadap enam mata uang utama menanjak ke level 96,731, setelah sesi sebelumnya berada di 96,532.
Kenaikan data tenaga kerja AS dan angka ekspor China bulan lalu yang lebih kuat dari perkiraan mendorong kepercayaan pasar soal pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19.
"Ekonomi global memang hancur akibat pandemi tetapi tidak seburuk yang diperkirakan. Saya pikir ini adalah kuncinya," ujar analis valuta asing di Westpac Foreign Exchange Imre Speizer di Auckland, Selandia Baru.
Melansir dari CNBC, indeks dolar AS yang mengukur kinerja greenback terhadap enam mata uang utama menanjak ke level 96,731, setelah sesi sebelumnya berada di 96,532.
(bon)
Lihat Juga :