Jaga Produksi Beras saat Pandemi, Kinerja Kementan Tuai Apresiasi

Selasa, 09 Juni 2020 - 10:52 WIB
loading...
Jaga Produksi Beras...
Petai Halmahera melaukan panen menggunakan alat mesin pertanian. Foto: dok/Balitbangtan Kementan
A A A
JAKARTA - Kinerja Kementerian Pertanian (Kementan) di tengah pandemi Covid-19 pada kuartal pertama 2020, yaitu Januari sampai Maret, dinilai sudah bagus. Hal ini merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyebutkan bahwa produksi Januari-Mei 2020, yaitu 15,1 juta ton beras dan surplus stok beras pada akhir Mei sebesar 8,48 juta ton.

Pengamat Pertanian Prima Gandhi mengatakan, Kementan sejauh ini mampu menunjukkan kinerja yang prima. Namun, Gandhi menyatakan Kementan tidak mendapat dukungan oleh Kementerian Perdagangan dan Kementerian Keuangan. Sementara itu, saat ini, tantangan terbesar bagi negara-negara dunia adalah mempertahankan produktivitas pangannya di tengah pandemi Covid-19. (Baca: Toko Tani Kementan Bikin Gojek Kembali Ramai Orderan)

"Menurut saya kinerja Kementan sudah bagus. Saat panen itu masih sampai target dan masih baik. Tetapi ada beberapa kebijakan yang kurang. Maksud saya yang harus disinkronisasi dengan Kementrian Perdagangan karena kita tahu kemarin pada waktu awal-awal Covid, dengan Kementerian Perdagangan itu ada sedikit ketidakcocokan harga pangan dan juga masalah impor," kata Gandhi kepada wartawan saat dihubungi, Selasa 9 Juni 2020.

Gandhi meminta Kementerian Perdagangan mampu menjaga harga pangan di pasaran. Sebab, apabila harga pangan mahal di pasar, sedangkan harga beli di petani murah, hal itu akan memberikan dampak pada periode selanjutnya. Dia juga mendorong Kementerian Keuangan memberikan bantuan berupa subsidi pupuk kepada petani agar mampu menjaga produksi berasnya.

"Yang rawan-rawannya masalah pangan beras ini di Agustus sampai Desember. Karena kenapa? Kami lihat sekarang pasokan benih, pasokan pupuk, inikan agak terganggu, karena selama ini untuk padi selalu disubsidi oleh negara. Ini kan dana subsidi pertanian lari ke kesehatan, ya, itu yang agak kami khawatirkan sekrang," jelas dia. (Baca juga: Panen Padi di Karawang, Mentan Syahrul Pastikan Pasokan Pangan Aman)

Dosen Departemen Ekonomi Sumber Daya dan Lingkungan di Institut Pertanian Bogor ini melihat Kementerian Keuangan sudah menyunat anggaran subsidi bibit dan pupuk kepada petani. Selain itu, anggaran di Kementerian Pertanian pun juga banyak dipotong. Dua kebijakan ini, menurut dia, bisa menurunkan kinerja Kementan di hulu.

"Padahalkan pada saat Covid ini, kami harus siap dengan globalisasi pangan. Negara lain yang punya pangan enggak mau kirim ke kita, kita enggak bisa impor," jelas dia.

Dia juga mengapresiasi kinerja Kementan yang mampu mempertahankan pertumbuhan ekspor sejumlah komoditas pangan. Sebab, sejauh ini, hanya dua lembaga negara yang mampu tumbuh positif di tengah pandemi, yaitu Telkom dan Kementan. Untuk ekspor Januari-April 2020, sejumlah komoditas pertanian masih berjalan 12,6 persen.

"Bagus, tahun ini naik. Tetapi saya ingatkan dan pastikan ke pemerintah untuk memberikan subsidi pupuk dan bibit," kata Gandhi.
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dataran Tinggi Tak Lagi...
Dataran Tinggi Tak Lagi Area Pinggiran, UPLAND Jadikannya Pilar Kedaulatan Pangan
Gandeng Mitra Global,...
Gandeng Mitra Global, PT WCS Dorong Ekosistem Pertanian Berbasis Digital
Bidik Pasar Indonesia...
Bidik Pasar Indonesia Timur, Jafran Indonesia Kenalkan JR 737 di PENAS XVII
MANU dan Universitas...
MANU dan Universitas Jember Kolaborasi Perkuat Pengembangan SDM Pertanian
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Tolak Klaim AS, Iran...
Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
Komisi I Bangga TNI...
Komisi I Bangga TNI Ikut Urus Pertanian, Dave Laksono: Ini Bukan Kembali ke Dwifungsi
Presiden Prabowo: Hanya...
Presiden Prabowo: Hanya di Indonesia Polisi Ngurus Pertanian, Tentaranya Sering Ada di Sawah
Rekomendasi
Hajar Makau, Indonesia...
Hajar Makau, Indonesia Amankan Tiket Perempat Final Kejuaraan Bulu Tangkis Junior Asia 2026
Uya Kuya Jadi Ketua...
Uya Kuya Jadi Ketua DPW DKI Jakarta Gantikan Eko Patrio, PAN Ungkap Alasannya
Kaitan Hari Kiamat dan...
Kaitan Hari Kiamat dan Rezeki dalam Surat Al Waqiah, Ternyata Ini Rahasianya
Berita Terkini
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
Investasi Tepat Sasaran,...
Investasi Tepat Sasaran, Pertamina NRE Raup Dividen dari CREC Filipina
Purbaya soal Anggaran...
Purbaya soal Anggaran MBG: Saya Maunya Nol, Tapi Nggak Bisa Kan
BSSN, ABI dan PINTU...
BSSN, ABI dan PINTU Perkuat Sinergi Jamin Keamanan Transaksi Digital
IHSG Ambruk 4,55% dalam...
IHSG Ambruk 4,55% dalam Sepekan, Ini Saham-saham yang Cuan dan Boncos
Investor Saham Meningkat,...
Investor Saham Meningkat, Stockbit Andalkan Keamanan Berlapis
Infografis
Saat Sekutu Berhenti...
Saat Sekutu Berhenti Menuruti Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved