Panen Padi di Karawang, Mentan Syahrul Pastikan Pangan Aman
Sabtu, 06 Juni 2020 - 19:49 WIB
loading...
Mentan Syahrul Yasin Limpo saat melakukan kunjungan dan ikut memanen padi di Desa Bayu Lor Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Sabtu (6/6/2020). Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) terus melakukan upaya menjaga pasokan pangan dalam masa pandemi Covid-19. Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo pun menegaskan peran pemerintah untuk memastikan kebutuhan pangan aman dan tercukupi bagi rakyat Indonesia.
Dalam hal ini Kementan melakukan langkah strategis dengan gerakan percepatan tanam, diversifikasi pangan lokal, pengembangan rawa dan penyediaan cadangan beras.
Menurut Syahrul, pertanian menjadi hal yang sangat penting untuk diurusi negara agar terpenuhi kebutuhan pangan masyarakat. "Kita butuh kebersamaaan untuk melakukan keberpihakan agar pertanian bisa berjalan dengan akselerasi yang cepat. Apalagi adanya ancaman kekeringan yang telah disampaikan FAO serta krisis pangan dunia, harus segera kita respon untuk antisipasinya," kata Mentan saat melakukan kunjungan dan ikut memanen padi di Desa Bayu Lor Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang, Jawa Barat (Jabar), Sabtu (6/6/2020).
Mentan Syahrul hadir untuk memastikan Karawang sebagai jantung pangan yang ada di Jabar mampu menjawab tantangan tersebut. "Sekali lagi, kita lakukan percepatan tanam, gerakkan pangan alternatif, siapkan lumbung pangan serta siapkan kostraling. Kami sediakan fasilitasi bagi yang punya komitmen kuat," tuturnya.
Menurut dia, percepatan tanam padi sudah dilakukan sejak awal bulan ini. Jajaran di Kementan langsung turun ke lapangan memastikan semua wilayah satu suara melakukan percepatan tanam. Pada MT II target tanam seluas 5,6 juta hektar. Dari situ nantinya bulan Juli sampai Desember akan ada sekitar 12,5 - 15 juta ton beras.
Adapun luas panen Januari-Juni 5,83 juta hektar dengan produksi 29,31 juta ton. Untuk stok beras akhir Juni diperkirakan masih aman sebesar 6,84 juta ton.
Dalam hal ini Kementan melakukan langkah strategis dengan gerakan percepatan tanam, diversifikasi pangan lokal, pengembangan rawa dan penyediaan cadangan beras.
Menurut Syahrul, pertanian menjadi hal yang sangat penting untuk diurusi negara agar terpenuhi kebutuhan pangan masyarakat. "Kita butuh kebersamaaan untuk melakukan keberpihakan agar pertanian bisa berjalan dengan akselerasi yang cepat. Apalagi adanya ancaman kekeringan yang telah disampaikan FAO serta krisis pangan dunia, harus segera kita respon untuk antisipasinya," kata Mentan saat melakukan kunjungan dan ikut memanen padi di Desa Bayu Lor Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang, Jawa Barat (Jabar), Sabtu (6/6/2020).
Mentan Syahrul hadir untuk memastikan Karawang sebagai jantung pangan yang ada di Jabar mampu menjawab tantangan tersebut. "Sekali lagi, kita lakukan percepatan tanam, gerakkan pangan alternatif, siapkan lumbung pangan serta siapkan kostraling. Kami sediakan fasilitasi bagi yang punya komitmen kuat," tuturnya.
Menurut dia, percepatan tanam padi sudah dilakukan sejak awal bulan ini. Jajaran di Kementan langsung turun ke lapangan memastikan semua wilayah satu suara melakukan percepatan tanam. Pada MT II target tanam seluas 5,6 juta hektar. Dari situ nantinya bulan Juli sampai Desember akan ada sekitar 12,5 - 15 juta ton beras.
Adapun luas panen Januari-Juni 5,83 juta hektar dengan produksi 29,31 juta ton. Untuk stok beras akhir Juni diperkirakan masih aman sebesar 6,84 juta ton.
Lihat Juga :