Tersentuh, Erick Thohir Ulurkan Tangan Bantu Keluarga Penjual Cilok di Bandung
Senin, 20 Desember 2021 - 15:19 WIB
loading...
Menteri BUMN Erick Thohir bersama anak yatim penjual cilok, Dimas, yang ditemuinya di sela kunjungan dinas ke Kota Bandung. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Tersentuh dengan kisah hidup penjual cilok cilik bernama Dimas, Menteri BUMN Erick Thohir di sela-sela agenda kerjanya di Kota Bandung menyempatkan diri mencari dan menemui anak yatim tersebut. Didampingi Rumah Yatim Arrohman Indonesia area Jawa Barat, Erick dipertemukan dengan Dimas di rumah kontrakannya di Kelurahan Cisaranten Kulon, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung, Sabtu (5/12) lalu.
Dari pertemuan tersebut Erick mendapati bahwa ayah Dimas telah meninggal dunia sejak dirinya masih dalam kandungan. Ibunya yang tidak sanggup membiayai kebutuhan sekolahnya, terpaksa merelakan Dimas putus sekolah. Sementara Dimas, sang pejuang cilik, tak mau berdiam diri dan giat membantu ibunya dengan berjualan cilok. Dimas harus berjalan hampir 3 kilometer setiap harinya untuk berjualan jajanan khas Sunda tersebut.
Baca Juga: Beri Bantuan ke Warga, Erick Thohir Sampai Nyeker Terobos Hujan
Sosok pantang menyerah Dimas mengingatkan Menteri Erick pada almarhum sang ayah. Kisah perjuangan Dimas membantu ibunya mencari nafkah telah menggerakkan hati sang menteri untuk mencari dan membantu keluarga Dimas. Sebagai bentuk kepeduliannya kepada masa depan Dimas, Erick pun bersedia membiayai sekolah Dimas sampai SMA. Tak hanya itu, Menteri Erick membantu menyediakan tempat tinggal yang layak untuk Dimas dan ibunya, serta memberikan modal usaha untuk ibunda Dimas agar bisa memperbaiki perekonomian keluarga.
"Alhamdulillah Dimas dan ibunya sangat senang dan bersyukur bisa bertemu dan mendapat banyak perhatian dari Pak Erick Thohir. Kepada Pak Erick Thohir, Dimas berjanji akan rajin sekolah dan belajar, tak lupa mereka pun mendoakan untuk kebaikan Pak Erick Thohir," ujar Reza, salah satu relawan Rumah Yatim Jawa Barat.
Dari pertemuan tersebut Erick mendapati bahwa ayah Dimas telah meninggal dunia sejak dirinya masih dalam kandungan. Ibunya yang tidak sanggup membiayai kebutuhan sekolahnya, terpaksa merelakan Dimas putus sekolah. Sementara Dimas, sang pejuang cilik, tak mau berdiam diri dan giat membantu ibunya dengan berjualan cilok. Dimas harus berjalan hampir 3 kilometer setiap harinya untuk berjualan jajanan khas Sunda tersebut.
Baca Juga: Beri Bantuan ke Warga, Erick Thohir Sampai Nyeker Terobos Hujan
Sosok pantang menyerah Dimas mengingatkan Menteri Erick pada almarhum sang ayah. Kisah perjuangan Dimas membantu ibunya mencari nafkah telah menggerakkan hati sang menteri untuk mencari dan membantu keluarga Dimas. Sebagai bentuk kepeduliannya kepada masa depan Dimas, Erick pun bersedia membiayai sekolah Dimas sampai SMA. Tak hanya itu, Menteri Erick membantu menyediakan tempat tinggal yang layak untuk Dimas dan ibunya, serta memberikan modal usaha untuk ibunda Dimas agar bisa memperbaiki perekonomian keluarga.
"Alhamdulillah Dimas dan ibunya sangat senang dan bersyukur bisa bertemu dan mendapat banyak perhatian dari Pak Erick Thohir. Kepada Pak Erick Thohir, Dimas berjanji akan rajin sekolah dan belajar, tak lupa mereka pun mendoakan untuk kebaikan Pak Erick Thohir," ujar Reza, salah satu relawan Rumah Yatim Jawa Barat.
Lihat Juga :