Penciptaan Lapangan Kerja, Menparekraf Dorong Pemerintah Daerah Identifikasi Potensi Pariwisata & Ekraf

Sabtu, 25 Desember 2021 - 08:03 WIB
loading...
Penciptaan Lapangan...
Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno, mendorong pemerintah daerah melakukan identifikasi berbagai potensi pariwisata dan ekonomi kreatif di daerah. FOTO/MNC Media
A A A
JAKARTA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno , mendorong pemerintah daerah melakukan identifikasi berbagai potensi pariwisata dan ekonomi kreatif di daerahnya sekaligus memperkuat pengembangan potensi sumber daya manusia (SDM) dalam upaya penciptaan lapangan kerja. Sehingga dapat menunjukkan nilai-nilai optimisme bahwa sektor pariwisata dan ekonomi kreatif akan bangkit dan menggerakan ekonomi.

Hal tersebut disampaikan Menparekraf Sandiaga Uno saat acara KolaborAksi dengan perwakilan pemerintah daerah Kabupaten Natuna (Kepulauan Riau), Kabupaten Sula (Maluku Utara) dan Kabupaten Banggai Kepulauan (Sulawesi Tengah), Jumat (24/12/2021) di Gedung Sapta Pesona, Jakarta.

"Pariwisata bisa dijadikan lokomotif. Kami melihat bahwa pariwisata menjangkau daerah yang terpencil, menimbulkan multiplier effect yang cukup luas untuk membuka lapangan kerja," ujar Menparekraf Sandiaga Uno.

Baca Juga: Menparekraf Siapkan Langkah Strategis Pengembangan KEK Tanjung Lesung

Dalam kesempatan tersebut hadir Bupati Natuna Wan Siswandi, Bupati Sula Fifian Adeningsih Mus dan Sekda Rusli Moidady. Sementara dari Kemenparekraf turut hadir Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf/Baparekraf, Vinsensius Jemadu; Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf/Baparekraf, Nia Niscaya; serta Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan Kemenparekraf/Baparekraf, Rizki Handayani Mustafa.

Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf/Baparekraf, Nia Niscaya, meminta kepala daerah agar menyiapkan konten promosi wisata di daerahnya untuk dapat dipromosikan melalui akun media sosial yang dimiliki Kemenparekraf. Diantaranya @indtravel, dan @pesonaid_travel. Sebab, cara tersebut dinilai efektif dalam memasarkan produk pariwisata dan ekonomi kreatif ke wisatawan domestik hingga wisatawan mancanegara.

"Kami dari Deputi Pemasaran akan mendukung lebih intens. Oleh karena itu kami ingin meminta bantuan bapak ibu untuk menyiapkan konten video TVC durasi 30 detik, 1 menit, kemudian juga digital yang bisa kami publikasikan di akun media sosial kami," ujarnya.

Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf/Baparekraf, Vinsensius Jemadu juga menyambut baik rencana kolaboraksi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Khususnya, untuk pengembangan destinasi wisata yang ada di daerah agar lebih memiliki daya saing.

“Tiga daerah ini memiliki potensi wisata bahari. Dan ini sangat cocok untuk dilakukan pengembangan desa wisata berbasis bahari. Karena keindahan alamnya sudah tidak diragukan lagi,” katanya.

Sementara itu, Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan, Rizki Handayani Mustafa mengaku siap mendukung untuk penyelenggaraan kegiatan sebagai salah satu upaya menarik wisatawan datang ke daerah tersebut.

“Kita berharap daerah mengusulkan event-event apa saja yang akan diselenggarakan selama satu tahun kedepan. Dan diharapkan penyelenggaran event dilaksanakan pada semester pertama, lantaran faktor cuaca saat akhir tahun tidak bisa terduga,” ujarnya.

Baca Juga: Menparekraf Sandiaga Uno: Pembangunan Pariwisata Harus Perhatikan Tatanan Ekosistem Kepariwisataan

Bupati Natuna Wan Siswandi menjelaskan, Natuna dicanangkan oleh Bapak Presiden Joko Widodo memiliki 5 pilar yaitu Pertahanan, Pariwisata, Kelautan, Migas dan Lingkungan Hidup.

“Natuna itu memang daerah terluar berbatasan dengan sembilan negara. Natuna sudah ada geopark yang sudah diakui oleh nasional yang kita dorong untuk UNESCO. Kami berharap gaung Natuna lebih dikenal lagi dari sisi wisata. Untuk itu harus ada event nasional yang tentunya dihadiri oleh pak menteri,” katanya,

Di kesempatan yang sama, Bupati Sula menjelaskan, pihaknya akan menggelar Festival Tanjung Waka pada tanggal 18-22 Desember 2021, namun diundur ke 25-28 Februari 2022 lantaran cuaca yang kurang bagus. Mengusung konsep Edu-Ekowisata, festival ini akan menampilkan beragam warisan kebudayaan lokal melalui konservasi ekosistem dan budaya menuju pariwisata berkelanjutan.

“Di Sula akan bebas sampah plastik 2024. Festival ini akan menjadi peluang baik untuk mempromosikan sektor pariwisata, khususnya pengembangan Community Based Tourism (pariwisata berbasis masyarakat) di Kepulauan Sula. Ada juga Coklat Sulamina yang menjadi produk ekonomi kreatif khas lokal,” katanya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
3,88 Juta Lowongan Kerja...
3,88 Juta Lowongan Kerja Ramah Lingkungan Bakal Terbuka di 2026, Catat Sektor Industrinya
Wakil Kepala BPS Canangkan...
Wakil Kepala BPS Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Jawa Tengah: Ada Jutaan Harapan di Balik Data Statistik
Bayar Pajak Daerah di...
Bayar Pajak Daerah di Jakarta Kini Lebih Mudah lewat Beragam Channel Pembayaran
Separuh Pengusaha RI...
Separuh Pengusaha RI Setop Ekspansi 5 Tahun ke Depan, Lapangan Kerja Terancam Lesu
BGN Beberkan Efek Ganda...
BGN Beberkan Efek Ganda Program MBG, Tak Hanya Buka 1 Juta Lebih Lapangan Kerja
Menuju Sensus Ekonomi...
Menuju Sensus Ekonomi 2026: Peran Strategis KBLI 2025
Evita: Kebijakan Bebas...
Evita: Kebijakan Bebas Visa Kunjungan Buka Lapangan Kerja dan Gerakkan UMKM
Ketua Komisi I DPRK...
Ketua Komisi I DPRK Mimika: Perlindungan Warga Sipil Papua Butuh Kolaborasi
Ditjen Polpum Dorong...
Ditjen Polpum Dorong Standarisasi Anggaran Kesbangpol Berbasis Risiko dan Kebutuhan Daerah
Rekomendasi
Bupati dan Sekda Kuansing...
Bupati dan Sekda Kuansing Kenakan Rompi Oranye usai Serahkan Diri ke KPK
RSCM Apresiasi Donor...
RSCM Apresiasi Donor Darah MNC Peduli, Bantu Penuhi Kebutuhan 100 Kantong Darah per Hari
KPK Panggil Lagi Bos...
KPK Panggil Lagi Bos Maktour Fuad Hasan terkait Kasus Kuota Haji
Berita Terkini
Rupiah Ambruk Dekati...
Rupiah Ambruk Dekati Rp18.000, Dolar AS Masih Terlalu Perkasa
Neraca Dagang Defisit...
Neraca Dagang Defisit Perdana usai 72 Bulan Surplus, Ini Biang Keladinya
Digitalisasi Kunci Kecepatan...
Digitalisasi Kunci Kecepatan Jasa Raharja Cairkan Santunan Korban Kecelakaan
Indonesia-Belarus Bidik...
Indonesia-Belarus Bidik Peningkatan Perdagangan dan Investasi Bilateral
DJP Targetkan Pajak...
DJP Targetkan Pajak Digital Melonjak Dua Kali Lipat, dari Marketpalce Rp24 Triliun
Sah, 4 Marketplace Ini...
Sah, 4 Marketplace Ini Resmi Pungut Pajak PPh 22
Infografis
5 Jurus Prabowo Percepat...
5 Jurus Prabowo Percepat Penciptaan Lapangan Kerja
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved