Soal Penghapusan Premium, Kang Emil: Jangan Sampai Merugikan Masyarakat
Senin, 27 Desember 2021 - 21:16 WIB
loading...
Ridwan Kamil menyatakan bahwa penghapusan BBM Premium butuh waktu. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta pemerintah pusat bersikap bijak dalam melakukan proses transisi menyusul rencana penghapusan bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium .
Baca juga: BBM Premium dan Pertalite Mau Dihapus, Bagaimana Dampaknya ke Masyarakat?
Ridwan Kamil sendiri menyatakan, pihaknya mendukung rencana implementasi Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 20/2017 yang menyaratkan standar minimal RON 91 untuk produk gasoline dan CN 51 untuk gasoil sesuai standar EURO 4 itu.
Menurut Gubernur yang akrab disapa Kamg Emil itu, lambat laun, penggunaan energi fosil seperti Premium dipastikan berkurang dan berhenti. Terlebih, tren energi baru terbarukan (EBT), seperti listrik kini mulai meningkat.
"(Penghapusan premium) ini hanya masalah waktu, ibaratnya Magrib akan tiba bahwa perlahan BBM akan berkurang," ujar Kang Emil, Senin (27/12/2024).
Meski begitu, Kang Emil menekankan bahwa penghapusan Premium jangan dilakukan terburu-buru. Pasalnya, masyarakat membutuhkan waktu transisi.
"Saya kira karena ini kebijakan pusat tentu jangan sampai merugikan, di mana-mana proses transisi butuh waktu. Mudah-mudahan pemerintah pusat bisa lebih bijak melakukan proses transisi tanpa merugikan masyarakat terlalu cepat," jelasnya.
Baca juga: BBM Premium dan Pertalite Mau Dihapus, Bagaimana Dampaknya ke Masyarakat?
Ridwan Kamil sendiri menyatakan, pihaknya mendukung rencana implementasi Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 20/2017 yang menyaratkan standar minimal RON 91 untuk produk gasoline dan CN 51 untuk gasoil sesuai standar EURO 4 itu.
Menurut Gubernur yang akrab disapa Kamg Emil itu, lambat laun, penggunaan energi fosil seperti Premium dipastikan berkurang dan berhenti. Terlebih, tren energi baru terbarukan (EBT), seperti listrik kini mulai meningkat.
"(Penghapusan premium) ini hanya masalah waktu, ibaratnya Magrib akan tiba bahwa perlahan BBM akan berkurang," ujar Kang Emil, Senin (27/12/2024).
Meski begitu, Kang Emil menekankan bahwa penghapusan Premium jangan dilakukan terburu-buru. Pasalnya, masyarakat membutuhkan waktu transisi.
"Saya kira karena ini kebijakan pusat tentu jangan sampai merugikan, di mana-mana proses transisi butuh waktu. Mudah-mudahan pemerintah pusat bisa lebih bijak melakukan proses transisi tanpa merugikan masyarakat terlalu cepat," jelasnya.
Lihat Juga :