Libur Nataru, Masyarakat Diminta Jadi Wisatawan Bertanggung Jawab
Jum'at, 31 Desember 2021 - 20:07 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, kegiatan tersebut biasanya dilakukan dalam kelompok kecil, sehingga risiko berkerumun dengan orang lain dapat ditekan. “Kecenderungannya (staycation) dalam kelompok kecil. Keluarga atau teman yang kita tahu persis bahwa mereka sehat, sudah divaksin, bahkan mungkin swab antigen dulu, dan protokol kesehatannya ketat,” tutur Nia.
(Baca juga:2022, Kemenparekraf Targetkan 3,6 juta Wisman, 280 Juta Pergerakan Wisnus & Nilai Tambah Ekonomi Kreatif Rp1.236 Triliun)
Kemudian terkait sarana transportasi yang digunakan, Nia menyebutkan bahwa pelaku staycation lebih banyak bergerak dengan kendaraan pribadi, sehingga tidak banyak bertemu orang lain seperti ketika menggunakan moda transportasi umum.
Meski relatif lebih aman, Nia tetap menekankan, bahwa pelaku staycation harus tetap menjadi traveller yang bertanggung jawab, yakni wajib vaksin lengkap dan tidak meninggalkan prokes. “Pandemi masih ada, jadi please, jadilah traveller yang bertanggung jawab,” tegasnya.
Di sisi lain, menurut Nia, diperlukan peran dari semua pihak untuk memastikan kegiatan berwisata tetap aman dan nyaman. Untuk itu, ia juga meminta para pelaku industri pariwisata seperti pengelola hotel, restoran, dan tempat wisata, untuk juga menjadi pengelola yang bertanggung jawab.
(Baca juga:Kemenkeu dan Kemenparekraf Kembangkan UMKM di Kawasan Borobudur)
(Baca juga:2022, Kemenparekraf Targetkan 3,6 juta Wisman, 280 Juta Pergerakan Wisnus & Nilai Tambah Ekonomi Kreatif Rp1.236 Triliun)
Kemudian terkait sarana transportasi yang digunakan, Nia menyebutkan bahwa pelaku staycation lebih banyak bergerak dengan kendaraan pribadi, sehingga tidak banyak bertemu orang lain seperti ketika menggunakan moda transportasi umum.
Meski relatif lebih aman, Nia tetap menekankan, bahwa pelaku staycation harus tetap menjadi traveller yang bertanggung jawab, yakni wajib vaksin lengkap dan tidak meninggalkan prokes. “Pandemi masih ada, jadi please, jadilah traveller yang bertanggung jawab,” tegasnya.
Di sisi lain, menurut Nia, diperlukan peran dari semua pihak untuk memastikan kegiatan berwisata tetap aman dan nyaman. Untuk itu, ia juga meminta para pelaku industri pariwisata seperti pengelola hotel, restoran, dan tempat wisata, untuk juga menjadi pengelola yang bertanggung jawab.
(Baca juga:Kemenkeu dan Kemenparekraf Kembangkan UMKM di Kawasan Borobudur)
Lihat Juga :