Harga Rokok di Toko Ritel Modern Belum Naik, Ini Sebabnya
Selasa, 04 Januari 2022 - 08:36 WIB
loading...
A
A
A
Menurut dia, ritel modern sebagai sektor hilir sangat tergantung pada kecepatan di sektor hulu, di mana terdapat proses yang melibatkan rantai pasok mulai dari produsen atau pabrikan hingga distributor dan logistik pengirimannya.
“Kita tergantung distributor dan produsen. Kami di ritel tidak pernah mengubah harga, tidak pernah menaikkan atau menurunkan (harga),” tuturnya.
Roy menambahkan, proses pemasangan pita cukai dan label HET rokok yang baru oleh produsen tentunya juga membutuhkan waktu, dan kecepatannya bisa berbeda-beda antara produsen satu dengan lainnya.
“Kita pakai skema business-to-business, jadi tidak mesti serempak kenaikannya (harga rokok). Masing-masing tergantung supply chain yang terjadi antara produsen, manufaktur, peritel,” urainya.
Baca juga: Bea Cukai Musnahkan Barang IIegal Rp15,6 Miliar, Ada Rokok Impor dari China
Lebih lanjut, Roy mengatakan bahwa naiknya tarif CHT yang mengerek harga rokok tentunya akan berimbas pada konsumen yang menahan atau mengurangi konsumsi rokok. Akibatnya, penjualan rokok bisa menurun.
“Kalau di ritel modern sendiri omzet dari penjualan rokok hanya sekitar 3-4%, jadi tidak terlalu signifikan dampaknya. Tapi, warung tradisional, warung rokok pinggir jalan dan pedagang asongan, ini yang kena. Ini yang perlu diperhatikan, termasuk juga nasib petani tembakau ketika ada penurunan konsumsi,” tandasnya.
Baca juga: Cukai Rokok Naik, Sri Mulyani Siapkan BLT bagi Pekerja Terdampak
“Kita tergantung distributor dan produsen. Kami di ritel tidak pernah mengubah harga, tidak pernah menaikkan atau menurunkan (harga),” tuturnya.
Roy menambahkan, proses pemasangan pita cukai dan label HET rokok yang baru oleh produsen tentunya juga membutuhkan waktu, dan kecepatannya bisa berbeda-beda antara produsen satu dengan lainnya.
“Kita pakai skema business-to-business, jadi tidak mesti serempak kenaikannya (harga rokok). Masing-masing tergantung supply chain yang terjadi antara produsen, manufaktur, peritel,” urainya.
Baca juga: Bea Cukai Musnahkan Barang IIegal Rp15,6 Miliar, Ada Rokok Impor dari China
Lebih lanjut, Roy mengatakan bahwa naiknya tarif CHT yang mengerek harga rokok tentunya akan berimbas pada konsumen yang menahan atau mengurangi konsumsi rokok. Akibatnya, penjualan rokok bisa menurun.
“Kalau di ritel modern sendiri omzet dari penjualan rokok hanya sekitar 3-4%, jadi tidak terlalu signifikan dampaknya. Tapi, warung tradisional, warung rokok pinggir jalan dan pedagang asongan, ini yang kena. Ini yang perlu diperhatikan, termasuk juga nasib petani tembakau ketika ada penurunan konsumsi,” tandasnya.
Baca juga: Cukai Rokok Naik, Sri Mulyani Siapkan BLT bagi Pekerja Terdampak
Lihat Juga :