Listrik 10 Juta Pelanggan Terancam Padam Bulan Ini, PLN Angkat Bicara
Rabu, 05 Januari 2022 - 18:57 WIB
loading...
Listrik 10 juta pelanggan PLN terancam dipadamkan. FOTO/Ilustrasi/REUTERS
A
A
A
JAKARTA - Kurangnya pasokan batu bara berdampak kepada jutaan pelanggan PT PLN (Persero), mulai dari masyarakat umum hingga industri, di wilayah Jawa, Madura, Bali (Jamali) dan non-Jamali. Berdasarkan laporan PLN, lebih dari 10 juta pelanggan PLN terancam dipadamkan pada Januari 2021 akibat defisit energi primer.
Meski demikian, PLN terus mencari solusi agar tidak terjadi pemadaman listrik. Perseroan berupaya menjaga stabilitas pasokan energi primer tersebut agar dapat memenuhi standar minimal 20 HOP (hari operasi) untuk seluruh pembangkit PLN maupun Independent Power Producer (IPP).
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo mengungkapkan, langkah cepat dan tegas pemerintah sangat membantu PLN dalam memastikan ketersediaan energi primer. "PLN merasakan kebanggaan luar biasa bahwa dalam menghadapi krisis energi ini kami tidak dalam kesendirian. Seluruh kekuatan bangsa ini bergabung bahu membahu menunjukkan semangat juang dan kekompakan untuk mengatasi permasalahan ini secara permanen," tutur Darmawan, di Jakarta, Rabu (5/1/2022).
Dia menilai, di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dioperasionalisasikan oleh Menteri ESDM dan juga Menteri BUMN, bahkan bersama kementerian lain yang terkait, pemerintah telah mengambil langkah-langkah cepat. Atas kebijakan pemerintah dan dukungan mitra kerja, pasokan batu bara mulai mengalir deras.
Darmawan memandang, arahan Presiden sangat jelas bahwa tidak akan ada pemadaman dalam skala apapun. Maka dalam jangka pendek strategi perseroan akan mengupayakan menghindari pemadaman.
Dimana, manajemen memastikan 20 juta MT batubara untuk membuat ketersediaan batubara di pembangkit listrik dalam kondisi aman dengan minimal 20 hari operasi sejak Januari 2022. Jumlah itu terdiri dari, 10,7 juta MT dari kontrak eksisting dan 9,3 juta MT tambahan untuk meningkatkan ketersediaan batubara ke level aman.
Meski demikian, PLN terus mencari solusi agar tidak terjadi pemadaman listrik. Perseroan berupaya menjaga stabilitas pasokan energi primer tersebut agar dapat memenuhi standar minimal 20 HOP (hari operasi) untuk seluruh pembangkit PLN maupun Independent Power Producer (IPP).
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo mengungkapkan, langkah cepat dan tegas pemerintah sangat membantu PLN dalam memastikan ketersediaan energi primer. "PLN merasakan kebanggaan luar biasa bahwa dalam menghadapi krisis energi ini kami tidak dalam kesendirian. Seluruh kekuatan bangsa ini bergabung bahu membahu menunjukkan semangat juang dan kekompakan untuk mengatasi permasalahan ini secara permanen," tutur Darmawan, di Jakarta, Rabu (5/1/2022).
Dia menilai, di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dioperasionalisasikan oleh Menteri ESDM dan juga Menteri BUMN, bahkan bersama kementerian lain yang terkait, pemerintah telah mengambil langkah-langkah cepat. Atas kebijakan pemerintah dan dukungan mitra kerja, pasokan batu bara mulai mengalir deras.
Darmawan memandang, arahan Presiden sangat jelas bahwa tidak akan ada pemadaman dalam skala apapun. Maka dalam jangka pendek strategi perseroan akan mengupayakan menghindari pemadaman.
Dimana, manajemen memastikan 20 juta MT batubara untuk membuat ketersediaan batubara di pembangkit listrik dalam kondisi aman dengan minimal 20 hari operasi sejak Januari 2022. Jumlah itu terdiri dari, 10,7 juta MT dari kontrak eksisting dan 9,3 juta MT tambahan untuk meningkatkan ketersediaan batubara ke level aman.
Lihat Juga :