Ekonom Sarankan Kartu Pra Kerja Harus Sesuai Kebutuhan Industri
Rabu, 10 Juni 2020 - 15:09 WIB
loading...
Program kartu pra kerja yang disusun pemerintah menyasar pada masyarakat kelas menengah. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Program kartu pra kerja didesain sebagai upaya untuk meningkatkan kompetensi dan keterampilan teknis masyarakat sehingga masyarakat bisa mandiri di tengah lesunya perekonomian sebagai dampak pandemi Covid-19.
Ekonom Senior Raden Pardede mengatakan, program kartu pra kerja cukup efektif di tengah situasi yang sulit sekarang, yang penekanannya lebih kepada bantuan sosial. Namun pasca pandemi, titik tekannya ada pada peningkatan kompetensi sehingga masyarakat diharapkan bisa mandiri secara ekonomi.
“Selain mendapatkan keterampilan teknis, saat Covid-19 masyarakat bisa tertolong karena ada bantuan sebesar Rp600.000 per bulan selama 4 bulan setelah menyelesaikan pelatihan,” kata Raden Pardede saat dihubungi di Jakarta, Rabu (10/6/2020). (Baca Juga : Peserta Kartu Prakerja Didominasi 80% Pengangguran )
Dia menilai standar materi pelatihan yang diberikan sangat baik. Masyarakat bisa memilih berbagai bentuk topik pelatihan sesuai dengan minat dan kemampuan teknis dasar masing-masing.
Di masa pandemi pelatihan diberikan secara online, namun usai Covid-19 berlalu program pelatihan tersebut akan dilaksanakan dengan tatap muka secara langsung.
Ekonom Senior Raden Pardede mengatakan, program kartu pra kerja cukup efektif di tengah situasi yang sulit sekarang, yang penekanannya lebih kepada bantuan sosial. Namun pasca pandemi, titik tekannya ada pada peningkatan kompetensi sehingga masyarakat diharapkan bisa mandiri secara ekonomi.
“Selain mendapatkan keterampilan teknis, saat Covid-19 masyarakat bisa tertolong karena ada bantuan sebesar Rp600.000 per bulan selama 4 bulan setelah menyelesaikan pelatihan,” kata Raden Pardede saat dihubungi di Jakarta, Rabu (10/6/2020). (Baca Juga : Peserta Kartu Prakerja Didominasi 80% Pengangguran )
Dia menilai standar materi pelatihan yang diberikan sangat baik. Masyarakat bisa memilih berbagai bentuk topik pelatihan sesuai dengan minat dan kemampuan teknis dasar masing-masing.
Di masa pandemi pelatihan diberikan secara online, namun usai Covid-19 berlalu program pelatihan tersebut akan dilaksanakan dengan tatap muka secara langsung.
Lihat Juga :