FSPPB Diminta Tak Main Politik dan Bahayakan Kepentingan Masyarakat
Selasa, 11 Januari 2022 - 17:31 WIB
loading...
Ancaman mogok yang pernah dikeluarkan FSPPB dinilai sangat membahayakan kepentingan publik. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Pengamat Ekonomi Energi UGM Fahmy Radhi mengkritisi aksi Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) beberapa waktu lalu. Dia menilai aksi demonstrasi dan ancaman mogok kerja FSPPB beberapa waktu lalu telah mengancam kepentingan masyarakat.
Dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM ini menilai para elit SP Pertamina dalam beberapa aksinya kerap membungkus muatan politis dengan dalih kepentingan pekerja. Dia menduga aksi demonstrasi beberapa waktu lalu salah satunya bertujuan mendorong pencopotan direktur utama Pertamina yang dibungkus dengan tuntuan kenaikan gaji.
Baca Juga: Pegawai Pertamina Ancam Mogok Kerja, Wamen BUMN: Dilarang
"Selama ini ancaman mogok sering dibungkus alasan perbaikan gaji dan kesejahteraan. Padahal, gaji karyawan Pertamina dan bahkan uang pensiunnya sudah besar, sehingga tidak ada alasan memperjuangkan gaji dan kesejahteraan. (Ancaman) itu bisa jadi sebagai bungkus untuk kepentingan lain, yaitu agenda ingin melengserkan (Dirut Pertamina) Nicke Widyawati," kata Fahmy dalam penjelasannya, Selasa (11/1/2022).
Fahmy menyayangkan FSPPB yang dinilai mengabaikan dampak negatif rencana aksinya terhadap kepentingan masyarakat. Jika saat itu mogok kerja benar terjadi, kata dia, maka hal itu akan berakibat fatal.
Dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM ini menilai para elit SP Pertamina dalam beberapa aksinya kerap membungkus muatan politis dengan dalih kepentingan pekerja. Dia menduga aksi demonstrasi beberapa waktu lalu salah satunya bertujuan mendorong pencopotan direktur utama Pertamina yang dibungkus dengan tuntuan kenaikan gaji.
Baca Juga: Pegawai Pertamina Ancam Mogok Kerja, Wamen BUMN: Dilarang
"Selama ini ancaman mogok sering dibungkus alasan perbaikan gaji dan kesejahteraan. Padahal, gaji karyawan Pertamina dan bahkan uang pensiunnya sudah besar, sehingga tidak ada alasan memperjuangkan gaji dan kesejahteraan. (Ancaman) itu bisa jadi sebagai bungkus untuk kepentingan lain, yaitu agenda ingin melengserkan (Dirut Pertamina) Nicke Widyawati," kata Fahmy dalam penjelasannya, Selasa (11/1/2022).
Fahmy menyayangkan FSPPB yang dinilai mengabaikan dampak negatif rencana aksinya terhadap kepentingan masyarakat. Jika saat itu mogok kerja benar terjadi, kata dia, maka hal itu akan berakibat fatal.
Lihat Juga :