Mendag Lutfi: Kita Akan Luncurkan 1,2 Miliar Liter Minyak Goreng Harga Ekonomis

Rabu, 12 Januari 2022 - 13:27 WIB
loading...
Mendag Lutfi: Kita Akan...
Mendag, Muhammad Lutfi menyebut, program 1,2 miliar liter minyak goreng disediakan pemerintah untuk 6 bulan pertama di tahun ini dan bakal siap diluncurkan pekan ini. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) memastikan program 1,2 miliar liter minyak goreng akan diluncurkan pada pekan kedua Januari 2022. Diterangkan saat ini program penjinak harga minyak goreng yang terus naik beberapa pekan belakangan, masih terus digodok.

Menteri Perdagangan (Mendag), Muhammad Lutfi menyebut, program 1,2 miliar liter minyak goreng disediakan pemerintah untuk 6 bulan pertama di tahun ini. Pasokannya itu diyakini mampu menekan harga minyak goreng yang kian menjulang tinggi.

"Kita akan launching 1,2 miliar liter (minyak goreng), jumlahnya masif karena jumlahnya masif kita mesti kompatibel. Nah, makanya masih tertunda, kita mulai minggu ini akan jalan. Supaya kita mulai besok," ujar Mendag Lutfi saat di temui di kawasan Kota Tua Jakarta, Rabu (12/1/2022).

Baca Juga: Harga Minyak Goreng di Awal Tahun Masih Mahal, Cek Rinciannya

Mendag Lutfi memastikan, pasokan minyak goreng tersebut akan tersedia di pasar tradisional dan ritel modern dengan kemasan yang sederhana. Sementara itu untuk memastikan ketersediaan pasokan minyak goreng bisa terpenuhi hingga 1,2 miliar liter, Kementerian Perdagangan menggandeng BUMN di sektor pangan hingga swasta nasional.

"Jadi, karena ini adalah pekerjaan yang sangat besar, kita mesti bekerja bersama-sama secara akuntabel. Kita gak mau kan kemasan sederhana dipotong, dikumpulkan, terus di jual untuk ekspor lagi. Kita mau ini untuk rakyat indonesia," ungkap dia.

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohit membeberkan sejak Januari 2022, perusahaan pelat merah telah memiliki tiga produk minyak goreng dengan segmentasi yang berbeda. Produk tersebut di antaranya, Nusakita 100 persen price index dari market leader (bimoli). Lalu, Salvaco dengan 92-95 persen price index bimoli. Kemudian, kemasan sederhana INL 88 sampai 90 persen price index market leader/bimoli.

Adapun Kapasitas mesin pengemas baru mulai diinvestasikan pada tahun ini. Erick Thohir meyakini akan berkembang hingga 2023 mendatang. "Kapasitas mesin pengemas baru mulai kita investasi tahun ini dan akan berkembang terus sampai 2023," ungkap Erick.

Dia sendiri sudah meninjau operasi pasar tambahan yang dilakukan PPTN di Kuala Tanjung, Sumatera Utara, Sabtu (8/1/2022) lalu. Operasi pasar itu sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menargetkan 1,2 miliar liter minyak goreng.

"Sesuai yang sudah diarahkan bapak presiden, makanya Kementerian BUMN dan PTPN melakukan operasi pasar tambahan yang di mana dari target 1,2 miliar liter kita juga akan kontribusi sebagian dari itu, tapi produk mereknya berbeda nanti," ungkap dia.

Baca Juga: Buruan Umi! Ini Tempat Dapatkan Minyak Goreng Rp14.000 per Liter

Dia juga mencatat, anak usaha Holding Perkebunan, PT Industri Nabati Lestari (INL), tengah mengembangkan produksi turunan CPO. Erick menyampaikan kemasan sederhana INL ini baru dikembangkan saat harga minyak melambung tahun lalu. "Kita pakai brand INL karena ini khusus brand ekonomis (value for money)," ungkap Erick.

Erick menyebut harga minyak INL sesuai harapan pemerintah yakni Rp14.000 per liter yang tersedia dalam dua kemasan yakni 450 ml dan 900 ml. Dia juga meminta agar BUMN memanfaatkan momentum dengan mulai mengenalkan kemasan sederhana khusus untuk pasar tradisional dengan brand INL.

"Untuk sementara akan beredar wilayah Medan dan Sumut dulu," ucap Erick Thohir.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jaga HET MinyaKita di...
Jaga HET MinyaKita di Angka Rp15.700 per Liter, Istana Buka Suara
Mendag Busan Pastikan...
Mendag Busan Pastikan Harga MinyaKita Tak Jadi Naik
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
Pemerintah Godok Aturan...
Pemerintah Godok Aturan Baru Kenaikan HET MinyaKita
Siap-siap! Lonjakan...
Siap-siap! Lonjakan Biaya Plastik Picu Kenaikan Harga Minyak Goreng
Kenaikan Harga Minyak...
Kenaikan Harga Minyak Goreng Terjadi di 207 Kabupaten, Kota! Begini Respons Bapanas
Mengapa Menaikkan HET...
Mengapa Menaikkan HET Minyakita Bukan Solusi
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
Gerebek Pasar Tambun,...
Gerebek Pasar Tambun, Aldi Taher dan Lemonilo Sapa Para Pengunjung
Rekomendasi
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Indonesia Berkomitmen...
Indonesia Berkomitmen dalam Transisi Energi Melindungi Lingkungan dan Pekerja
Presiden Prabowo Berikan...
Presiden Prabowo Berikan Bantuan Alat Drumben untuk SDN Tegalega Sukabumi
Berita Terkini
Pacu Daya Saing Pariwisata,...
Pacu Daya Saing Pariwisata, Kemenpar Dorong Kebijakan Bebas Visa Kunjungan
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen dan PNM Gelar Pelatihan Vokasi untuk Difabel di Brebes
LPS Naikkan Tingkat...
LPS Naikkan Tingkat Bunga Penjaminan Bank Umum Jadi 3,75%
Mandiri Tunas Finance...
Mandiri Tunas Finance dan APPI Beri Pelatihan Strategi Keuangan bagi UMKM
Kinerja Keuangan Impresif,...
Kinerja Keuangan Impresif, MNC Kapital Rombak Direksi dan Bidik Penambahan Modal
Rupiah Menguat, IHSG...
Rupiah Menguat, IHSG Hari Ini Ditutup Melejit Nyaris 2%
Infografis
Harga Emas Diramal akan...
Harga Emas Diramal akan Tembus Rp2,1 Juta per Gram
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved