Jaga Pasokan Listrik, Sebulan RI Butuh 11 Juta Ton Batu Bara

Rabu, 12 Januari 2022 - 13:48 WIB
loading...
Jaga Pasokan Listrik,...
Kebutuhan batu bara untuk PLTU di Indonesia ditaksir mencapai 11 juta ton per bulan. Foto/Ilustrasi/Ist
A A A
JAKARTA - Indonesia membutuhkan pasokan batu bara sekitar 11 juta ton per bulan untuk menjaga pasokan listrik di seluruh sistem kelistrikan. Karena itu, pemerintah perlu memastikan kecukupan cadangan batu bara untuk hari operasional (HOP) PLTU di atas 20 hari.

"Saat ini 65% pembangkit kita adalah PLTU (pembangkit listrik tenaga uap) dimana kebutuhan batu bara sekitar 11 juta per bulan," ujar Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan dalam Market Review IDX Channel, Rabu (12/1/2022).

Baca Juga: Sanggah Luhut, Kementerian ESDM Beberkan Alasan Pelarangan Ekspor Batu Bara

Secara estimasi, kata dia, per tahun Indonesia membutuhkan batu bara sekitar 130 juta ton untuk pembangkit listrik. "Ini yang memang harus disediakan oleh pemerintah dan pemasok batu bara bagi pembangkit-pembangkit milik PLN maupun IPP," ujarnya.

Terkait dengan itu, Mamit menegaskan, kecukupan cadangan batu bara perlu menjadi perhatian. Saat ini, pemerintah telah membuka kembali keran ekspor batu bara yang dilakukan mulai hari ini. Menurut Mamit, ekspor batu bara harus tetap bersandar pada kewajiban pemenuhan pasar domestik atau domestic market obligation (DMO) sebesar 25%.

Baca Juga: Bentrokan di Puncak Bogor, Sejumlah Sepeda Motor Dibuang ke Selokan

Namun faktanya, kata dia, serapan batu bara DMO sangat sedikit. Bahkan, jauh dari yang ditargetkan. Ini yang menurutnya menyebabkan terjadinya krisis pada awal tahun ini. "Semua ini bergantung dari komitmen kerja sama dan komitmen antara pengusaha, PLN dan juga pemerintah sendiri dalam mengatur DMO yang ada saat ini," tuturnya.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
HGII Perkuat Posisi...
HGII Perkuat Posisi di Segmen Hidro, Tulang Punggung EBT Nasional dalam RUPTL 2025–2034
Ketahanan Energi Nasional...
Ketahanan Energi Nasional Dinilai Masih Rapuh di Tengah Tekanan Global
Daftar Negara Pengguna...
Daftar Negara Pengguna Energi Nuklir Terbesar di Dunia, Siapa Juaranya?
DDPI Group Raih Sejumlah...
DDPI Group Raih Sejumlah Penghargaan di TOP CSR Awards 2026
Ekonom Ingatkan Risiko...
Ekonom Ingatkan Risiko Ekspor Satu Pintu Jadi Monopoli Birokrasi Baru
Ekspor Sawit hingga...
Ekspor Sawit hingga Batu Bara Harus Lewat BUMN, Prabowo Ingin Selamatkan Rp2.653 Triliun per Tahun
Blackout Sumatera Harus...
Blackout Sumatera Harus Jadi Alarm Penguatan Transmisi
China Revisi Jumlah...
China Revisi Jumlah Korban Tewas Tragedi Tambang Batu Bara, dari 90 Jadi 82 Orang
Memahami Ide Kebijakan...
Memahami Ide Kebijakan Ekspor Satu Pintu Presiden Prabowo
Rekomendasi
RDP di Komisi II, Dirjen...
RDP di Komisi II, Dirjen Bina Adwil Kemendagri Ungkap 5 Kunci Penataan Lahan Pasuruan
Confeti Love hingga...
Confeti Love hingga Moonlit Blush, Ini Makna di Balik Pendant Koleksi Baru Nagita Slavina x ISAGO
Tiyo Eks Ketua BEM UGM...
Tiyo Eks Ketua BEM UGM Mengaku Ditawari Miliaran Rupiah dari Lembaga Berbintang, Ini Respons TNI
Berita Terkini
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Chatib Basri Sangkal...
Chatib Basri Sangkal Ditawari Prabowo Posisi Menkeu Gantikan Purbaya
Akulaku Finance Kantongi...
Akulaku Finance Kantongi Fasilitas Pendanaan Rp500 Miliar dari Danamon
Dasco Ungkap Tujuan...
Dasco Ungkap Tujuan Prabowo Panggil Chatib Basri-Luhut ke Istana
Tak Ada Pergantian Menkeu,...
Tak Ada Pergantian Menkeu, Sentimen Pasar Berbalik Positif
Infografis
Produksi RI Minus 2,8...
Produksi RI Minus 2,8 Juta Ton, Harga Beras Meroket
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved