Tanah Lempung Persulit Pembangunan Terowongan Kereta Cepat, Luhut: Sudah Teratasi
Rabu, 12 Januari 2022 - 22:02 WIB
loading...
A
A
A
Luhut bilang, kesulitan pembangunan terowongan ini juga semakin kompleks karena berada di area ‘clay shale’ atau jenis tanah dengan karakteristik yang sangat mudah melapuk jika terkena air dan terekspos penggalian pada saat konstruksi. "Lokasi tanah di sekitar Tunnel 2 sedikit lempung, tapi itu dapat diatasi dengan baik," ujarnya.
Sebelum meninjau terowongan, Luhut terlebih dahulu mendengarkan paparan dari pihak pengembang proyek strategis nasional tersebut.
Baca juga: Kantongi Dana PMN Rp6,9 Triliun, KAI Geber Lagi Proyek KRL dan Kereta Cepat
Dia mengatakan, sesuai dengan penjelasan ahli, masalah kondisi tanah yang lempung itu bisa teratasi. Sebelumnya Luhut menduga kalau struktur tanah di lokasi proyek banyak tanah lempung yang dapat mengganggu proyek.
Namun, ternyata kondisi saat ini semakin baik dan terus dikerjakan ke dalam, karena di atas sudah di bor juga dicor bahan beton. "Menurut ahli-ahli, ini bisa menahan goyangan," ucapnya.
Sebelum meninjau terowongan, Luhut terlebih dahulu mendengarkan paparan dari pihak pengembang proyek strategis nasional tersebut.
Baca juga: Kantongi Dana PMN Rp6,9 Triliun, KAI Geber Lagi Proyek KRL dan Kereta Cepat
Dia mengatakan, sesuai dengan penjelasan ahli, masalah kondisi tanah yang lempung itu bisa teratasi. Sebelumnya Luhut menduga kalau struktur tanah di lokasi proyek banyak tanah lempung yang dapat mengganggu proyek.
Namun, ternyata kondisi saat ini semakin baik dan terus dikerjakan ke dalam, karena di atas sudah di bor juga dicor bahan beton. "Menurut ahli-ahli, ini bisa menahan goyangan," ucapnya.
Lihat Juga :