Catat! Berikut Bantuan yang Siap Disalurkan Pemerintah Tahun Ini
Senin, 17 Januari 2022 - 14:37 WIB
loading...
Pemerintah akan tetap menyalurkan sejumlah bantuan kepada masyarakat di tahun ini. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah kembali memberikan beberapa bantuan kepada masyarakat sebagai program Pemulihan Ekonomi Nasional ( PEN ). Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah telah menyiapkan dana PEN sebesar Rp451 triliun.
Baca juga: Bansos Tunai Diperluas ke 2,67 Juta Orang: Nelayan, Pedagang dan Warga Miskin Dapat Rp600 Ribu
"Presiden telah menyetujui ada beberapa program baru yang di-frontloading di tahun 2022," ujar Airlangga dalam konferensi evaluasi PPKM secara virtual, Minggu (16/1/2022).
Beberapa bantuan yang akan diberikan, paling tidak untuk semester I 2022 adalah melanjutkan subsidi bunga KUR sebesar 3%. Selain itu, plafonnya juga bertambah dari Rp285 triliun di tahun 2021 menjadi Rp378 triliun di tahun 2022.
Kemudian, cost of fund diturunkan sebesar 1% untuk KUR super-mikro, 0,5% untuk KUR mikro, dan 0,5% untuk KUR kecil.
"Namun masyarakat akan tetap 3% sampai bulan Juni dengan catatan tidak ada migrasi dari kredit komersial ke KUR. Jadi kita tidak ingin ada semacam kanibalisme, jadi hanya menggeser saja dari komersial ke KUR," kata Airlangga.
Baca juga: Bansos Tunai Diperluas ke 2,67 Juta Orang: Nelayan, Pedagang dan Warga Miskin Dapat Rp600 Ribu
"Presiden telah menyetujui ada beberapa program baru yang di-frontloading di tahun 2022," ujar Airlangga dalam konferensi evaluasi PPKM secara virtual, Minggu (16/1/2022).
Beberapa bantuan yang akan diberikan, paling tidak untuk semester I 2022 adalah melanjutkan subsidi bunga KUR sebesar 3%. Selain itu, plafonnya juga bertambah dari Rp285 triliun di tahun 2021 menjadi Rp378 triliun di tahun 2022.
Kemudian, cost of fund diturunkan sebesar 1% untuk KUR super-mikro, 0,5% untuk KUR mikro, dan 0,5% untuk KUR kecil.
"Namun masyarakat akan tetap 3% sampai bulan Juni dengan catatan tidak ada migrasi dari kredit komersial ke KUR. Jadi kita tidak ingin ada semacam kanibalisme, jadi hanya menggeser saja dari komersial ke KUR," kata Airlangga.
Lihat Juga :