NFT dan Metaverse Jadi Perbincangan Hangat, Harus Diseimbangkan dengan Edukasi

Senin, 17 Januari 2022 - 23:01 WIB
loading...
NFT dan Metaverse Jadi Perbincangan Hangat, Harus Diseimbangkan dengan Edukasi
Non-fungible token (NFT) dan Metaverse semakin menjadi perbincangan hangat saat ini. Namun masih ada jarak antara awareness dan pemahaman meskipun tren NFT ini meningkat di masyarakat. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Non-fungible token (NFT) dan Metaverse semakin menjadi perbincangan hangat saat ini. Banyak masyarakat yang tidak mau tertinggal tren mulai mendalami NFT dan metaverse, baik sebagai kreator dan kolektor.

Jika kita melihat dari data pencarian keywords “NFT” di Google Trend Indonesia pada rentang waktu Januari 2021 - Januari 2022, terlihat kenaikannya hingga lebih dari 100%. Hal ini meyakinkan bahwa adanya tren peningkatan di masyarakat untuk mengenal tentang NFT.

Baca Juga: NFT Juga Kena Pajak, Begini Aturan Mainnya

NFT sendiri memiliki fungsi sebagai bukti kepemilikan berbentuk digital dimana dan untuk memilikinya biasanya dengan cara menukarkan fungible token seperti ETH, BSC, BNB, ataupun TKO. Bentuk utilitas dari NFT pun bisa bermacam-macam seperti akses untuk play-to-earn game, collectible items, merchandising, ticketing, dan lainnya.

Di Indonesia, banyak proyek NFT berbasis komunitas yang telah menarik perhatian dunia seperti Superlative Secret Society, Avarik Saga, Shark Outlaw Squad, Debbie Tea, dan lainnya. Tidak hanya proyek NFT, Indonesia pun telah memiliki platform NFT marketplace untuk mendukung ekosistem NFT yang lebih matang di Indonesia, salah satunya adalah TokoMall.

Diluncurkan pada Agustus 2021 lalu, TokoMall hadir dengan misi pemberdayaan potensi kreator lokal Indonesia dalam berbagai bidang kreatif untuk mengakses pasar global melalui pemanfaatan NFT. TokoMall melihat, NFT memiliki potensi besar kedepannya mengingat ekosistem industri blockchain yang masih terus bertumbuh hingga jumlah pelaku kreatif berbakat Indonesia yang sangat besar dan beragam.



Head of TokoMall , Thelvia Vennieta mengatakan, potensi yang besar ini harus diseimbangkan dengan edukasi yang tepat untuk masyarakat yang tertarik dengan NFT sebagai kreator ataupun kolektor.

“Masih ada jarak antara awareness dan pemahaman meskipun tren NFT ini meningkat di masyarakat. Hal ini menjadi tantangan buat kami sebagai salah satu pelaku industri untuk memastikan edukasi ini tersampaikan secara baik dan tepat, dengan informasi yang kredibel tentunya.”

Selain edukasi, menghadirkan platform NFT marketplace yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat juga menjadi salah satu komitmen dari TokoMall. “Sejak hadir Agustus tahun lalu, kami terus melakukan improvisasi secara berkala dan terbuka dengan feedback dari para pengguna atas platform kami. Awal tahun ini, kami hadir dengan tampilan dan domain website baru,” tambah Thelvia.
Halaman :
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.3021 seconds (11.97#12.26)