Permak Bisnis PLN, Erick Thohir: Bukan Liberalisasi Listrik
Rabu, 19 Januari 2022 - 13:57 WIB
loading...
Hindari krisis batu bara, bisnis PLN akan ditransformasi. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan transformasi PT PLN (Persero) yang dijalankan bukanlah langkah liberalisasi sektor kelistrikan di Indonesia. Transformasi itu untuk merapikan peta jalan (roadmap) perseroan di tengah defisit batu bara pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) sejak 2020 lalu.
Baca juga: Pamer Foto di Gedung Sarinah, Erick Thohir Pastikan Renovasi Hampir Selesai
Menurut Erick seluruh dunia tidak mendapatkan kepastian soal rantai pasok batu bara. Untuk itu pemerintah akan memperbaharui rantai pasok (supply chain) batu bara lantaran Indonesia masuk dalam market global energi primer tersebut. Erick dan manajemen PLN pun telah mengadakan rapat perihal isu tersebut.
"Barusan selesai rapat, tadi sama Dirut PLN. Kita tahu sekarang seluruh dunia tidak mendapatkan kepastian rantai pasok. Untuk itu Indonesia yang jadi market yang besar, maka kita rapikan roadmap, termasuk transformasi PLN. Ini bukan berarti yang kadang-kadang dipikirkan banyak pihak kita mau liberalisasi, tidak," ujar Erick dalam konferensi pers di Kementerian BUMN, Rabu (19/1/2022).
Dia juga menjelaskan, penciptaan listrik yang berasal dari sumber daya terbarukan, angin, dan lain-lain menjadi roadmap untuk merealisasikan net zero emission (NZE) di 2060. Karena itu, kata Erick, transformasi bisnis PLN harus seirama dengan program net zero emission (NZE) di 2060 yang menjadi konsentrasi utama pemerintah di sektor energi.
Konteks lain adalah sumber daya alam di dalam negeri menjadi sumber listrik dunia, ini tidak boleh hilang atau tetap dipertahankan.
Baca juga: Pamer Foto di Gedung Sarinah, Erick Thohir Pastikan Renovasi Hampir Selesai
Menurut Erick seluruh dunia tidak mendapatkan kepastian soal rantai pasok batu bara. Untuk itu pemerintah akan memperbaharui rantai pasok (supply chain) batu bara lantaran Indonesia masuk dalam market global energi primer tersebut. Erick dan manajemen PLN pun telah mengadakan rapat perihal isu tersebut.
"Barusan selesai rapat, tadi sama Dirut PLN. Kita tahu sekarang seluruh dunia tidak mendapatkan kepastian rantai pasok. Untuk itu Indonesia yang jadi market yang besar, maka kita rapikan roadmap, termasuk transformasi PLN. Ini bukan berarti yang kadang-kadang dipikirkan banyak pihak kita mau liberalisasi, tidak," ujar Erick dalam konferensi pers di Kementerian BUMN, Rabu (19/1/2022).
Dia juga menjelaskan, penciptaan listrik yang berasal dari sumber daya terbarukan, angin, dan lain-lain menjadi roadmap untuk merealisasikan net zero emission (NZE) di 2060. Karena itu, kata Erick, transformasi bisnis PLN harus seirama dengan program net zero emission (NZE) di 2060 yang menjadi konsentrasi utama pemerintah di sektor energi.
Konteks lain adalah sumber daya alam di dalam negeri menjadi sumber listrik dunia, ini tidak boleh hilang atau tetap dipertahankan.
Lihat Juga :